- istimewa - antaranews
Karhutla Terjadi Tiap Tahun, DPR Pertanyakan Mitigasi Pemerintah: Kenapa Nunggu Sampai Besar
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mempertanyakan mitigasi pemerintah terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Daniel menyoroti soal karhutla yang terus berulang setiap tahunnya. Dia menilai pemerintah kurang persiapan sehingga karhutla kembali terjadi.
“Saya juga mempertanyakan bagaimana mitigasi yang dilakukan Pemerintah karena Karhutla ini kan bencana yang selalu terjadi setiap tahunnya. Kenapa menunggu sampai besar baru kemudian ditangani secara serius,” kata Daniel, Selasa (25/8/2026).
Dia pun menyinggung soal aksi masyarakat yang turut membantu memadamkan titik-titik api secara mandiri.
“Banyak masyarakat yang geregetan sehingga bergerak sendiri memadamkan Karhutla. Di Kalbar, bahkan ibu-ibu yang turun,” katanya.
Daniel lantas mendesak pemerintah untuk menurunkan pasukan pemadaman secara masif dengan memperkuat operasi water bombing.
Dia juga meminta pemerintah mengerahkan tim darat gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan TNI/Polri untuk menangani titik-titik api di lahan gambut yang berisiko menyebar ke kawasan sekitar bandara.
“Kami juga mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi intensif antara BNPB, BMKG, dan BRIN,” jelas Daniel.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca perlu dilakukan sebelum mencapai puncak kemarau. Lebih lanjut, dia juga mendesak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempercepat pencairan anggaran untuk penanggulangan Karhutla.
“Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp290.901.300.000 (miliar) untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Daniel.
Hal ini agar pemadaman karhutla di beberapa daerah tidak lagi terkendala biaya sehingga api cepat dipadamkan. (saa/aag)