news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Peringati HUT ke-81 RI, KOHATI PB HMI Gelar Kegiatan Bertajuk Indonesia Layak Dirayakan.
Sumber :
  • Istimewa

Peringati HUT ke-81 RI, Ruang Suara Perempuan Gelar Kegiatan Bertajuk Indonesia Layak Dirayakan

Memperingati HUT ke-81 RI, Ruang Suara Perempuan bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI menghadirkan kegiatan bertajuk “Indonesia Layak Dirayakan”
Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Memperingati HUT ke-81 RI, Ruang Suara Perempuan bersama Korps HMI-Wati (KOHATI) PB HMI menghadirkan kegiatan bertajuk “Indonesia Layak Dirayakan”, sebuah ruang perjumpaan perempuan lintas suku, organisasi, komunitas, serta latar belakang untuk merayakan perjalanan Indonesia melalui seni, budaya, cerita, dan gagasan kebangsaan.

Mengusung tema “Indonesia Layak Dirayakan”, kegiatan ini membawa tiga gagasan utama: merayakan 81 tahun perjalanan dan daya tahan bangsa, mengapresiasi capaian pembangunan nasional, serta membangun optimisme dan kolaborasi untuk masa depan Indonesia.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin memperkuat persatuan perempuan lintas suku, menjadikan seni dan budaya sebagai medium kebangsaan, membuka ruang ekspresi bagi perempuan, membangun jejaring lintas komunitas, serta menegaskan peran aktif perempuan dalam kehidupan kebangsaan.

Pesan yang ingin disampaikan sederhana: Indonesia memang belum sempurna, tetapi selalu ada yang layak dirayakan. Perbedaan adalah wajah Indonesia, dan dari keberagaman itulah lahir kekuatan bangsa.

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan tokoh nasional perempuan seperti Dr. Stepi Anriani, Direktur Eksekutif Intelligence National Security Studies (INSS).

Ia mengajak audiens melihat Papua dalam konteks sejarah yang utuh. Indonesia merdeka pada 1945, sementara Papua memiliki sejarah yang berbeda hingga akhirnya masuk dalam administrasi Indonesia pada awal 1960-an.

Karena itu, menurutnya Papua tidak cukup dilihat hanya dari persoalan politik hari ini, tetapi juga dari sejarah dan perjalanan masyarakatnya.

Dr. Stepy juga menekankan perempuan tidak harus menjadi keras ketika berhadapan dengan laki-laki yang keras dalam urusan politik. “Perempuan boleh lembut, tetapi bukan berarti lemah. Kelembutan justru bisa menjadi kekuatan untuk menghadapi politik yang keras dengan cara yang lebih manusiawi," katanya.

Pendidikan menjadi salah satu kunci utama bagi perempuan untuk memiliki kemandirian dan daya tawar. Semakin tinggi pendidikan seorang perempuan, semakin besar kemampuannya menentukan pilihan hidup dan membangung relasi yang setara. 

Dr. Stepi menegaskan bahwa teman-teman cipayung, organisasi kepemudaan dan badan eksekutif mahasiswa untuk tidak menjadikan aksi demo sebagai respons refleks atas setiap isu yang muncul. 

"Setiap sikap yang akan disuarakan harus melalui proses kajian yang matang, verifikasi data yang akurat dan diskusi yang mendalam," ucapnya.

Menurtnya, Indonesia layak dirayakan ketika setiap orang memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, bersuara, dan mengambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa, termasuk perempuan dan masyarakat Papua.

Diketahui, daftar undangan acara ini juga mencakup tokoh perempuan dari berbagai latar politik, organisasi mahasiswa, komunitas, dan kelompok perempuan, termasuk perwakilan KOHATI PB HMI, Sarinah PP GMNI, PP GMKI, PP PMKRI, serta PP KAMMI.

Kegiatan ini menargetkan sekitar 150 perempuan lintas suku, dengan peserta yang berasal dari kalangan perempuan, laki-laki, seniman, akademisi, aktivis, generasi muda, dan komunitas budaya.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
03:49
05:11

Viral