- YouTube Sekretariat Presiden
Pasbata Minta Dinamika Politik Jangan Diarahkan untuk Ganggu Pemerintahan Prabowo-Gibran
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PASBATA Prabowo, David Febrian, mengingatkan agar dinamika dan perbedaan pandangan politik tidak diarahkan untuk mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut David, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi dan merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia menilai wacana politik yang menyentuh keberlangsungan pemerintahan perlu disikapi secara bertanggung jawab dan tidak dipotong dari konteksnya.
“Kritik pemerintah silakan. Demokrasi harus hidup. Tetapi kalau sudah berbicara Presiden tidak sampai 2029 atau Wakil Presiden harus mundur, publik juga berhak mempertanyakan: apa dasar dan kepentingan dari wacana tersebut? Jangan respons Budi Arie yang justru dijadikan persoalan sementara sumber polemik awalnya tidak dibicarakan,” kata David dalam keterangannya, Selasa (25/8).
David mengatakan, pembicaraan mengenai kemungkinan Presiden Prabowo tidak menyelesaikan masa jabatan hingga 2029 dan dorongan agar Gibran mundur merupakan isu serius. Karena itu, menurutnya, respons politik terhadap wacana tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat.
“Kalau ada orang melempar wacana Presiden tidak sampai 2029, lalu ada pihak yang mengatakan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, jangan potongan responsnya saja yang kemudian digoreng. Lihat sebab dan konteks awalnya. Itu yang saya maksud dengan membaca persoalan secara utuh,” ujarnya.
David juga mengatakan, PASBATA mencermati perkembangan narasi politik dan pembentukan opini di media sosial yang dinilainya berpotensi menyudutkan pemerintahan. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menunjuk pihak tertentu tanpa bukti.
“Kami mencermati pergerakan narasi, buzzer dan pembentukan opini terhadap pemerintahan. Kami pantau terus. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak menuduh. Tetapi jangan menganggap kami tidak membaca arah pergerakannya,” tuturnya.
Menurut David, menjaga stabilitas pemerintahan bukan berarti menutup ruang kritik. Sebaliknya, perbedaan pandangan harus tetap disampaikan melalui mekanisme demokratis dan konstitusional.
“PASBATA berdiri untuk menjaga pemerintahan Prabowo–Gibran sesuai mandat konstitusi. Kami tidak mencari musuh dan tidak menuduh siapa pun. Tetapi setiap dinamika yang berpotensi mengganggu pemerintahan akan kami cermati. Kami pantau, kami catat, dan kami akan bicara berdasarkan fakta,” pungkas David.