- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Aninditha Bakrie Harap Penghargaan Achmad Bakrie Jadi Inspirasi Generasi Muda
Jakarta, tvOnenews.com - Bakrie Group kembali menyelenggarakan acara Penghargaan Achmad Bakrie untuk yang ke-22 kalinya pada tahun ini.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Penghargaan Achmad Bakrie XXII, Aninditha Anestya Bakrie, berharap Penghargaan Achmad Bakrie dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Penghargaan Ahmad Bakrie ini kita harapkan semoga bisa menginspirasi terutama generasi muda untuk berani berpikir, bermimpi, berinovasi, dan bekerja di berbagai bidang,” ujar Dhita usai acara ramah tamah di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).
Dhita menuturkan acara ini merupakan dedikasi Achmad Bakrie selaku founder Bakrie Group atas kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan budaya.
“Dan ini untuk memberikan ruang apresiasi kepada putra-putri terbaik bangsa atas pemikiran, karya, dedikasi, juga inovasinya untuk bangsa,” ungkapnya.
Sebagai informasi, ada empat kategori penghargaan dalam ajang Penghargaan Achmad Bakrie tahun ini. Yakni, bidang Sains dan Teknologi, bidang Kesehatan, bidang Pemikiran Sosial, dan bidang Seni dan Budaya.
Empat penerima penghargaan tersebut yakni:
Bidang Sains & Teknologi
Penghargaan pada bidang ini diberikan kepada Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. Ia adalah ilmuwan pelopor teknologi Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR).
Josaphat juga menjadi pelopor penginderaan jauh gelombang mikro untuk pesawat tanpa awak (drone), pesawat terbang, high altitude platform system (HAPS), dan microsatellite yang sudah diadopsi oleh industri dan institusi penerbangan dunia.
Bidang Kesehatan
Ika Dewi Ana menjadi penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2026 pada bidang kesehatan. Ika adalah pelopor rekayasa jaringan dan biokeramik medis di Indonesia, pencipta Gama-CHA, bone graft berbasis karbonat apatit pertama di Indonesia, yang sudah mendapat izin edar Kemenkes dan diproduksi massal.
Bidang Pemikiran Sosial
Pada bidang ini, penghargaan diberikan kepada Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Haedar Nashir dianggap sebagai tokoh intelektual Indonesia penggerak moderasi dan Islam berkemajuan.
Bidang Seni & Budaya
Penghargaan kategori ini diberikan kepada Butet Kartaredjasa. Butet merupakan seniman yang menjadikan seni sebagai ruang kritik sosial, kebebasan berpikir, dan berekspresi. (saa/rpi)