news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi padi..
Sumber :
  • Antara

Seluas 800 Ha Tanaman Padi di Tanah Bumbu Kalsel Terdampak Kemarau Panjang

Seluas 800 hektare dari 3.823 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan terdampak kemarau panjang, dan sekitar 200 hektare diantaranya terancam gagal panen.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Seluas 800 hektare dari 3.823 hektare tanaman padi di sejumlah wilayah di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan terdampak kemarau panjang, dan sekitar 200 hektare diantaranya terancam gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu Robby Chandra, mengatakan tanaman padi seluas 3.823 hektare tersebut ditanam periode Juli-Agustus.

"Lahan 800 hektare tersebut tersebar di empat kecamatan yakni, Kecamatan Batulcin mencapai 19 hektare, Kecamatan Kusan Hulu tujuh hektare, Kusan Tengan 491 hektare, di Kecamatan Kusan hilir 283 hektare," katanya di Batulicin, mengutip Antara pada Rabu.

Dia menjelaskan, seluas 200 ha sawah yang terancam gagal panen tersebut kondisinya terlihat tanahnya mengering dan retak.

"Kalau tidak segera ada hujan, dikhawatirkan tanaman padi itu mengering dan mati, sehingga gagal panen," lanjutnya.

Tanaman padi yang baru berumur sekitar dua bulan lebih itu daunnya mulai terlipat atau tergulung, ujung daun mengering, pertumbuhan terhambat, dan jumlah anakan berkurang dan kering akibat kurangnya pasokan air.

Menurutnya, musim tanam pada periode April hingga September  merupakan waktu yang bagus untuk menanam padi.

Namun karena tahun ini ada anomali penyimpangan iklim atau El Nino, sehingga petani yang menanam padi pada periode Juli kini mengalami kekeringan.

Beda halnya dengan daerah atau sawah yang dekat dengan sumber air seperti bantaran sungai, ketersediaan pasokan air yang melimpah para petani dapat memenuhi kebutuhan air sawah menggunakan mesin pompa.

"Jika kebutuhan air pada padi terpenuhi maka tanaman tersebut mampu menghasilkan gabah kurang lebih mencapai 4,2 ton per hektare. Sedangkan tanaman yang terdampak kemarau kemungkinan hasil panen sekitar 2,5 kwintal per hektare," terang Robby.(ant/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
03:49
05:11

Viral