news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas sedang memadamkan api di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur yang terbakar sejak Sabtu (7/9). Provinsi Lampung, Selasa (10/9/2024).
Sumber :
  • ANTARA

Kebakaran Way Kambas Meluas, Pemadaman Diperkuat Water Bombing dan Drone Thermal

Dalam operasi tersebut, helikopter mengambil air dari sungai yang berada di sekitar batas kawasan Way Kambas dengan menggunakan helibucket. Air kemudian dijatuhkan ke titik-titik yang masih terbakar.
Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung, mendapat dukungan operasi udara dengan mengerahkan helikopter water bombing.

Helikopter BNPB berregistrasi N360UH tiba di kawasan TNWK sekitar pukul 16.00 WIB. Pesawat jenis Sikorsky UH-60A Black Hawk itu kemudian menjalankan misi pendinginan pada sejumlah area yang terdampak kebakaran.

Dalam operasi tersebut, helikopter mengambil air dari sungai yang berada di sekitar batas kawasan TNWK dengan menggunakan helibucket. Air kemudian dijatuhkan ke titik-titik yang masih terbakar.

Penyiraman dari udara berlangsung selama kurang lebih tiga jam di sekitar Desa Braja Luhur, Kecamatan Braja Selebah.

Pengerahan armada udara tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat secara virtual dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Dua helikopter dilaporkan disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla. Armada tersebut masing-masing didatangkan dari Palembang dan Jawa Timur untuk menjangkau kawasan yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Kehadiran helikopter menjadi bagian dari operasi terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, serta personel gabungan.

Gunakan Drone Thermal untuk Cari Bara

Penanganan kebakaran tidak hanya dilakukan melalui water bombing. Tim di lapangan turut memakai drone thermal untuk memetakan titik panas dan mencari bara yang masih berada di bawah permukaan tanah.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemantauan dengan teknologi thermal dilakukan untuk mengetahui potensi titik api yang dapat kembali membesar.

"Tadi sudah kita adakan surveillance dulu, pengamatan menggunakan thermal untuk melihat titik api yang masih mungkin menjadi bara dan menyebabkan kebakaran berulang. Selanjutnya, sesuai instruksi Presiden dan Panglima TNI, kita menerjunkan Tim Alfa ke lokasi-lokasi sulit yang masih menyisakan hotspot," ujar Kristomei, Rabu 26 Agustus 2026.

Setelah titik panas teridentifikasi, personel gabungan diterjunkan menuju area yang sulit diakses. Metode fast roping digunakan untuk menurunkan anggota tim ke lokasi yang terisolasi sehingga proses pemadaman dapat segera dilakukan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:46
05:27
02:26
01:41
30:26
03:33

Viral