- Dokumentasi Setpres
Prabowo Ungkap Hutan NTT Banyak Berkurang, Target 10 Tahun Daerah Gundul Kembali Hijau
Prabowo mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah membentuk tim yang melibatkan Universitas Pertahanan (Unhan), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempelajari metode percepatan penghijauan dari sejumlah negara.
“Saya telah membentuk waktu itu Unhan, Dikti sama BRIN untuk keliling ke beberapa negara belajar bagaimana mempercepat penghijauan. Mempercepat penghijauan,” kata Prabowo.
Hasilnya, pemerintah akan mendorong pembangunan nursery dan pusat perbenihan di tingkat provinsi dan kabupaten. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menyemaikan berbagai jenis pohon yang dinilai produktif.
“Jadi nanti dibantu oleh pusat, kita bangun nursery, perbenihan ya, di Provinsi dan di tiap Kabupaten perbenihan untuk disemaikan benih-benih pohon yang produktif,” ujarnya.
Prabowo menegaskan penghijauan tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan tutupan pohon, tetapi juga menjaga fungsi ekologis kawasan, terutama dalam mempertahankan ketersediaan air.
“Ya, pohon dan tanaman produktif. Semua lahan yang terbuka kita tanam pohon yang produktif dan pohon-pohon untuk mengamankan air,” ungkapnya.
Selain penanaman pohon, Prabowo mendorong penerapan konsep permaculture di kawasan pegunungan.
Menurutnya, metode tersebut membutuhkan waktu dan pengelolaan yang konsisten untuk menghasilkan dampak terhadap tata air.
“Kemudian gunung-gunung kita lakukan apa yang disebut permaculture. Permaculture ini memang tidak bisa langsung satu-dua tahun hasilnya, tapi kalau dilakukan dengan teliti dalam empat, lima, enam tahun itu bisa menampung dan menambah air di dalam bumi,” tegasnya.
Menurut Prabowo, pemulihan lingkungan membutuhkan kesabaran karena hasilnya tidak dapat diperoleh secara instan.
Namun, apabila dilakukan secara konsisten, kawasan yang saat ini gundul diyakini dapat kembali hijau dalam satu dekade.
“Ini sangat penting ya, jadi ini saya yakin dengan permaculture daerah-daerah gundul ini dalam 10 tahun bisa hijau kembali, ya,” tutup dia. (agr/dpi)