news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat..
Sumber :
  • Mayawana Persada.

Karhutla Melanda Dua Wilayah Kalbar, 170 Personel Dikerahkan Padamkan Api di Ketapang dan Kayong Utara

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan di tengah ancaman musim kemarau dan fenomena El Niño.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan di tengah ancaman musim kemarau dan fenomena El Niño.

Tim gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di areal PBPH PT Mayawana Persada yang berada di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Penanganan dilakukan dengan pemadaman langsung, pelokalisasian api, hingga pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.

Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman S.Hut, mengatakan penanganan kebakaran menjadi prioritas perusahaan saat kondisi kemarau.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secepat dan seefektif mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami menyadari bahwa kejadian ini juga menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, selain mengerahkan sumber daya untuk penanganan di lapangan, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi kawasan dan langkah-langkah pengelolaan yang perlu diperkuat ke depan,” ujar Iwan dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/8/2026).

Untuk memperkuat respons di lapangan, sebanyak tujuh regu inti dan regu pendukung dengan total 170 personel disiagakan di delapan posko pemadam.

Pemantauan dilakukan sepanjang hari melalui patroli darat siang dan malam. Tim juga memanfaatkan sejumlah peralatan, seperti menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, CCTV, serta sarana pemadaman lainnya.

Terdapat 74 titik sumber air atau water point yang tersebar di empat sektor operasional. Sumber air tersebut dipelihara secara berkala untuk mendukung kebutuhan pemadaman ketika terjadi kebakaran.

Pemantauan titik panas juga dilakukan secara real-time melalui platform SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang kemudian disinkronkan dengan hasil patroli di lapangan.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan dan pemantauan kembali di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, termasuk melalui pembuatan sekat bakar sesuai kondisi di lapangan.

Pengaturan Air di Lahan Gambut

Selain pemadaman, pengelolaan air menjadi salah satu perhatian dalam pencegahan kebakaran di kawasan gambut.

Asisten Kepala (Askep) Environment PT Mayawana Persada, Agus Trijoko, menjelaskan kanal yang berada di dalam kawasan konsesi digunakan untuk mengatur distribusi air dan menjaga kelembapan lahan.

"Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman," jelas Agus.

Menurutnya, pemantauan tinggi muka air dilakukan menggunakan stasiun sensor telemetri otomatis atau level logger selama 24 jam.

Pengaturan tata kelola hidrologi tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko gambut mengering yang dapat meningkatkan potensi kebakaran hingga ke lapisan bawah permukaan tanah.

Revegetasi hingga Perlindungan Habitat Orangutan

Selain penanganan kebakaran, pemulihan ekosistem gambut juga menjadi bagian dari langkah jangka panjang.

Asisten Sustainability PT Mayawana Persada, Charia Salasari, mengatakan rehabilitasi dilakukan berdasarkan Dokumen Pemulihan Gambut yang telah diverifikasi. Salah satu kegiatannya berupa revegetasi menggunakan spesies pohon yang dinilai sesuai dengan karakteristik rawa gambut.

"Bibit dibudidayakan langsung di Revegetation Nursery internal di dalam kawasan hutan agar terbiasa dengan iklim setempat. Melalui pola tanam berjarak 5 x 5 meter dan evaluasi silvikultur berkala setiap enam bulan, tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit revegetasi kami saat ini telah mencapai sekitar 80 persen," terang Charia.

Perusahaan juga mengusulkan peningkatan alokasi kawasan konservasi dalam revisi Rencana Kerja Usaha (RKU), dari sekitar 37.000 hektare menjadi 71.000 hektare.

Asisten Kepala (Askep) Sustainability, Muharjan, mengatakan penguatan kawasan konservasi juga berkaitan dengan perlindungan habitat satwa di Kalimantan Barat.

"Kawasan konservasi berkanopi rapat ini menjadi koridor jelajah yang aman bagi populasi orangutan (Pongo pygmaeus) dan satwa endemik Kalimantan lainnya sekaligus memberi jaminan kelestarian ekologis bagi masyarakat sekitar," pungkas Muharjan.

Penanganan karhutla di wilayah Ketapang dan Kayong Utara kini dilakukan dengan menggabungkan pemadaman di lapangan, pemantauan titik panas, pengelolaan air gambut, serta pelibatan masyarakat. Langkah tersebut menjadi penting untuk menekan risiko kebakaran meluas selama periode kemarau dan menjaga kawasan hutan dari dampak kebakaran. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:28
05:13
03:46
05:27
02:26
01:41

Viral