news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Budi Arie Setiadi siap menerima konsekuensi terkait viralnya isu Pemilu 2029 bisa dipercepat yang sempat ia hembuskan..
Sumber :
  • Tangkapan layar

Wacana Percepatan Pemilu 2029 Tuai Penolakan, Budi Arie Diminta Tak Anggap Enteng Pernyataannya

Wacana percepatan Pemilu 2029 menuai penolakan. Ahmad Haikal Hasan menilai pernyataan Budi Arie perlu ditelusuri serius meski telah meminta maaf.
Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:06 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pernyataan Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan adanya “percepatan” sebelum Pemilu 2029 menuai sorotan dan penolakan.

Tokoh nasional sekaligus tokoh Gerakan Cinta Prabowo (GCP), Ahmad Haikal Hasan, menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan. Menurut Haikal, wacana mengenai percepatan agenda politik sebelum Pemilu 2029 tidak bisa dianggap sebagai pernyataan spontan semata.

Haikal bahkan menilai permintaan maaf yang telah disampaikan Budi Arie belum cukup untuk mengakhiri persoalan tersebut.

Haikal Soroti Pernyataan Budi Arie

Haikal mengatakan Budi Arie tidak semestinya menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan percepatan sebelum 2029.

“Jadi Budi Arie tidak pantas bicara seperti itu. Ingat, justru Budi Arie diselamatkan oleh Pak Prabowo. Anda tahulah maksudnya apa diselamatkan, ya. Diangkat jabatannya, dikasih jabatan bagus, dan seterusnya. Jadi tidak pantas bicara seperti itu,” kata Haikal saat diwawancarai media di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Menurut Haikal, konteks forum tempat Budi Arie menyampaikan pernyataan tersebut juga perlu diperhatikan. Ia menilai ucapan mengenai kemungkinan percepatan sebelum Pemilu 2029 tidak bisa langsung dianggap sebagai celetukan tanpa maksud.

“Kalau sampai keluar ucapan seperti itu, itu berarti sesuatu yang sudah dipikirkan, direncanakan, bukan spontan ujung-ujung begitu,” ujarnya.

Permintaan Maaf Dinilai Belum Menjawab Persoalan

Haikal juga menyoroti respons peserta forum ketika Budi Arie menyampaikan pernyataan mengenai kemungkinan situasi politik berlangsung lebih cepat dari 2029.

Menurutnya, respons tersebut menjadi salah satu alasan mengapa konteks pernyataan Budi Arie perlu ditelusuri lebih jauh.

Haikal mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai pihak-pihak yang berada di sekitar Budi Arie. Namun, ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tetap berasal dari Budi Arie sendiri.

“Saya enggak memusingkan siapa di sekitar Budi Arie, ya. Tapi itu adalah ucapan Budi Arie yang ada sebuah niatan, ada sebuah mens rea, kalau orang hukum bilang,” ujarnya.

Ia pun menilai permintaan maaf yang disampaikan Budi Arie setelah video pernyataannya menjadi viral belum otomatis menghilangkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya gagasan atau rencana percepatan.

“Kalau itu sudah dilontarkan, kemudian sekarang dia minta maaf, terus apa maksudnya enggak mau lagi, enggak ada ucapan lagi atau tidak ada rencana lagi? Enggak bisa,” tegasnya.

Wacana Percepatan Pemilu 2029 Ditolak

Haikal menilai pernyataan tersebut harus dilihat secara serius karena menyangkut agenda Pemilu 2029.

Ia bahkan mengkhawatirkan apabila wacana percepatan tersebut berkembang menjadi gerakan yang terstruktur.

“Kita melihat itu sebuah ucapan yang sistematis. Kita melihat itu sebuah gerakan. Jangan dikira kita diam saja. Kalau ada gerakan untuk percepatan Pemilu 2029, kita enggak bakal diam,” katanya.

Menurut Haikal, sikap tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Ia menegaskan belum dapat menerima begitu saja permintaan maaf yang disampaikan Budi Arie.

“Ini saya bicara atas nama pribadi. Dia bilang minta maaf pada masyarakat Indonesia. Saya masyarakat Indonesia, dan saya tidak bisa memaafkan dalam artian saya mau menelusuri lebih dalam lagi, meneliti lebih dalam lagi seberapa siap, seberapa kuat, seberapa terstruktur dan seriusnya dalam membuat percepatan Pemilu 2029. Itu udah jelas inkonstitusional,” ujar Haikal.

Video Budi Arie Viral

Sebelumnya, video berdurasi sekitar 1 menit 47 detik yang memperlihatkan Budi Arie berbicara dalam sebuah forum menjadi perhatian publik setelah beredar luas.

Dalam video tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo terlihat berada di sebelah Budi Arie.

Budi Arie dalam forum itu menyampaikan bahwa dirinya memiliki insting mengenai kemungkinan situasi politik yang terjadi “lebih cepat dari 2029”. Ia kemudian mempertanyakan kesiapan peserta forum apabila terjadi percepatan di tengah pembicaraan mengenai Pemilu 2029.

Sejumlah peserta forum terdengar memberikan respons seperti “siap” dan “oke”.

Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian publik karena dikaitkan dengan kemungkinan perubahan agenda Pemilu 2029.

Setelah video tersebut viral, Budi Arie memberikan klarifikasi melalui rekaman video. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak berkenan dengan pernyataannya.

Namun, bagi Haikal, persoalan tersebut tidak berhenti pada permintaan maaf. Ia menilai kemungkinan adanya gagasan mengenai percepatan Pemilu 2029 tetap perlu ditelusuri.

“Kalau memang ada upaya mendompleng, menciptakan, atau membuat sebuah suasana percepatan, itu akan kita teliti lebih dalam. Tapi intinya, ucapan permohonan maaf itu buat saya tidak bisa dimaafkan begitu saja,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral