- Istimewa
Pengembang Kalimantan Barat Hibahkan Teknologi Berbasis AI untuk Prediksi Karhutla
Keberadaan PFVI menjadi penting karena kawasan gambut memiliki karakteristik kebakaran yang berbeda dengan lahan mineral. Ketika gambut mengering, api dapat menjalar ke lapisan bawah permukaan sehingga lebih sulit dideteksi dan dipadamkan.
Melalui Peat Fire Vulnerability Index, sistem dapat menggabungkan sejumlah indikator relevan untuk menghasilkan klasifikasi tingkat kerentanan kawasan gambut.
Data tersebut kemudian dapat dipadukan dengan model prediksi AI sehingga sistem tidak hanya menjawab pertanyaan “di mana terdapat hotspot?”, tetapi bergerak lebih awal untuk membantu menjawab “wilayah gambut mana yang semakin rentan dan perlu mendapatkan intervensi sebelum kebakaran terjadi?”
“Kalau kita baru bergerak setelah hotspot muncul, kita sudah berada pada fase kejadian. Peat Fire Vulnerability Index kami kembangkan agar kita bisa melihat kerentanan kawasan lebih awal. Tujuannya sederhana: jangan menunggu ada api untuk mulai bergerak,” jelasnya.
Informasi tersebut berpotensi digunakan sebagai salah satu instrumen pendukung dalam menentukan prioritas patroli, pembasahan gambut, pengelolaan sumber air, penempatan sumber daya, hingga intervensi terhadap wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi.
Teknologi yang dikembangkan mendorong perubahan paradigma penanganan Karhutla melalui tiga lapisan informasi: deteksi kondisi saat ini, pemetaan kerentanan kawasan gambut, dan prediksi risiko ke depan.
Dengan pendekatan tersebut, pemangku kepentingan diharapkan tidak hanya memiliki informasi mengenai kejadian yang sedang berlangsung, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam jangka pendek hingga jangka panjang.
“Bayangkan jika kita mengetahui sebuah kawasan memiliki tren risiko yang meningkat beberapa bulan sebelum memasuki kondisi kritis. Pemerintah dan petugas lapangan memiliki waktu untuk melakukan intervensi. Nilai terbesar AI di sini bukan ketika ia menemukan api, tetapi ketika informasi yang dihasilkan membantu kita mencegah api itu terjadi,” lanjutnya.
Hajon menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak ditawarkan sebagai proyek komersial kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melainkan menghibahkan teknologi dan sistem AI tersebut agar dapat digunakan untuk kepentingan mitigasi Karhutla.
Namun, tahap selanjutnya membutuhkan kolaborasi terutama terkait ketersediaan, kualitas, serta integrasi data dari berbagai lembaga.