- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Kondisi Terkini Lalu Lintas di Sekitar DPR Pasca Kerusuhan Semalam
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi terkini lalu lintas di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, kembali normal pada Jumat (28/8/2026) pagi.
Polisi menegaskan tidak ada pengalihan arus khusus yang diberlakukan di lokasi.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Firman Darmansyah memastikan kondisi tersebut setelah sebelumnya kawasan DPR dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya terdampak kerusuhan usai aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).
“Alhamdulilah sementara pagi ini arus lalu lintas sudah normal,” kata Firman saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).
- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Konfirmasi tersebut disampaikan Firman sekitar pukul 08.39 WIB. Kondisi ini menjadi perkembangan terbaru setelah aktivitas massa sempat membuat sejumlah ruas jalan terganggu hingga Jumat dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, konsentrasi massa sempat berada di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto, khususnya kawasan Halte Petamburan hingga jalan layang Slipi.
Situasi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Jalan Jenderal Gatot Subroto yang berada di depan pintu masuk kompleks Gedung DPR/MPR RI juga sempat ditutup.
Bahkan, sekitar pukul 05.19 WIB, bentrokan masih dilaporkan terjadi di bawah jalan layang Slipi. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap akses kereta api yang sempat lumpuh.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menjelaskan aksi perusakan dan pembakaran yang terjadi di sekitar kawasan Senayan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) malam.
Polisi menyebut tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh kelompok yang dinilai sebagai perusuh atau pengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan situasi di sekitar lokasi sempat mengalami peningkatan eskalasi pada Kamis sore hingga menjelang malam.
Menurut Budi, sebagian massa yang berada di lokasi tidak lagi melakukan penyampaian aspirasi. Massa tersebut justru melakukan kericuhan dengan mencoba membakar serta mendorong pagar utama gedung DPR/MPR RI.
"Itu adalah ulah kelompok perusuh atau pengganggu kamtibmas," ujar Budi Hermanto kepada wartawan. (Foe Peace Simbolon)