- Tangkapan layar YouTube GRIB TV
GRIB Jaya Minta Dugaan Keterlibatan Hercules Dibuktikan dengan Fakta
Menurut Wilson, sebuah video dapat tersebar dengan cepat, tetapi kecepatan tersebut tidak otomatis menjamin informasi di dalamnya telah terverifikasi.
Potongan video, narasi, judul, hingga komentar warganet dinilai dapat membentuk persepsi yang berbeda terhadap sebuah peristiwa.
Karena itu, GRIB Jaya meminta masyarakat tidak memberikan label keterlibatan kepada seseorang hanya karena melihatnya berada di lokasi kejadian.
7. Klarifikasi muncul di tengah dugaan pengeroyokan di Pejompongan
Klarifikasi GRIB Jaya tersebut muncul setelah nama organisasi itu disebut-sebut di media sosial terkait situasi kerusuhan di kawasan Pejompongan.
Di lokasi tersebut, warga bernama Bambang Setiyawan (59) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan.
Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut dan mengumpulkan fakta hukum untuk mengetahui kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria diduga diseret dan mengalami kekerasan oleh sejumlah orang. Video tersebut kemudian memunculkan berbagai dugaan di media sosial mengenai identitas kelompok yang berada di lokasi.
GRIB Jaya turut disebut dalam narasi yang beredar, termasuk terkait dugaan kehadiran orang-orang yang dikaitkan dengan Hercules.
Namun, sampai saat ini Polda Metro Jaya belum memastikan keterlibatan organisasi kemasyarakatan tertentu dalam kerusuhan maupun kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya mengatakan polisi masih melakukan pendalaman dan membutuhkan verifikasi terhadap informasi yang beredar.
"Terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman, karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu, ya," kata Budi.
Dengan demikian, dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam peristiwa di Pejompongan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Sementara itu, GRIB Jaya melalui Wilson Colling menegaskan pihaknya menyerahkan proses tersebut kepada mekanisme hukum dan meminta seluruh pihak melihat fakta, kronologi, serta bukti secara utuh.
GRIB Jaya juga menyatakan mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Jakarta serta meminta masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (nsp)