- istimewa
Inovasi Rumah Garam dan Produk Pesisir KPKP PTMA Tampil di Pekan Halal Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Konsorsium Pesisir, Kelautan, dan Perbatasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (KPKP PTMA) berpartisipasi dalam ajang nasional Pekan Halal Indonesia yang digelar 28-30 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Ketua KPKP PTMA, Endang Rudiatin menegaskan keikutsertaan ini mempertegas sinergi strategis KPKP PTMA bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) dalam mengakselerasi ekosistem blue economy dan hilirisasi komoditas laut bersertifikat halal dari wilayah pesisir hingga kawasan terdepan Indonesia.
Dalam pameran ini, kata Endang KPKP PTMA menampilkan dua inovasi produk unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir Kalimantan Barat; Produk Rumah Garam (Greenhouse Salt) yaitu garam laut murni berbasis teknologi tunnel salt yang higienis serta didorong untuk berstandar mutu industri agar dapat mendukung swasembada garam nasional.
"Keberhasilan percontohan garam rakyat di Sambas membuktikan bahwa KPKP serius dalam hilirisasi teknologi," katanya di Jakarta pada Minggu (30/8/2026).
Berikutnya olahan produk kelautan antara lain pangan berbasis hasil laut seperti olahan ikan, kerang, udang, rumput laut, salted jelly fish dan kerupuk ubur-ubur hasil produksi UMKM binaan.
Endang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah pusat dalam mengawal potensi ekonomi maritim nasional.
"Partisipasi ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjembatani riset akademis dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir. Melalui kemitraan strategis bersama KKP RI, kami akan memastikan seluruh rantai nilai komoditas kelautan binaan kami memenuhi standar jaminan produk halal. Kawasan pesisir dan wilayah perbatasan harus menjadi teras depan kekuatan ekonomi maritim yang berdaya saing," katanya.
Kolaborasi Strategis
KPKP PTMA dan KKP RI berfokus pada tiga pilar utama: Pemberdayaan UMKM dalam bentuk pendampingan teknis produksi dan fasilitasi sertifikasi halal bagi kelompok olahan hasil laut.
Lalu kemandirian garam melalui penerapan teknologi rumah garam untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas garam rakyat.
Kemudian penguatan wilayah 3T dengan mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas lokal di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar.
Selanjutnya Endang juga berpendapat hasil riset yang di terapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sesungguhnya merupakan produk hilirisasi kalangan akademisi.