- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Cerita Keluarga Cari Bambang hingga ke Empat Rumah Sakit, hingga Dapat Kabar Duka: Mas yang Sabar!
Jakarta, tvOnenews.com – Malam kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, berubah menjadi malam panjang bagi keluarga Bambang Setiawan (60).
Setelah mengetahui sang ayah tak kunjung pulang, Wisnu (35) bergerak dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk mencari keberadaannya.
Bambang sebelumnya diketahui berada di Rumah Sakit Pelni untuk menemani seorang tetangga yang sedang sakit, namun sudah kembali pulang ke rumah.
Namun, ketika kericuhan kembali pecah di kawasan Pejompongan, malam itu Bambang hendak mematikan lampu toko cermin miliknya karena khawatir rusak akibat kericuhan. Akan tetapi, sejak itu keberadaan Bambang mendadak tidak diketahui.
Wisnu pertama kali mendapat kabar dari adiknya Yoga (29), bahwa sang ayah belum kembali ke rumah.
“Aku dapat telepon dari adikku dikabarin kalau, ‘Mas, Bapak belum pulang.’ Coba dilihat dulu, karena kan pantauan aku tuh Bapak ada di Pelni, Rumah Sakit Pelni menemani temannya yang sakit,” cerita Wisnu, kepada tvOnenews.com, di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2026).
Wisnu kemudian meminta keluarga memastikan keberadaan Bambang di Rumah Sakit Pelni. Namun, pencarian awal itu tidak membuahkan hasil.
“Setelah itu, aku minta konfirmasikan coba tanya dulu siapa yang ada di Rumah Sakit Pelni, sudah ditanya enggak ada. Coba telepon anaknya (tetangga) siapa tahu mungkin anaknya tahu, ternyata anaknya enggak tahu,” kata dia.
Keluarga lalu mencoba melacak orang-orang yang terakhir bertemu dengan Bambang. Beberapa orang memang sempat melihatnya, tetapi tak ada yang mengetahui ke mana Bambang pergi setelah itu.
“Coba tanya di rumah terakhir ketemu sama Bapak tuh kapan? Sudah ditanya-tanya, ya beliau ini sempat ketemu sama beberapa orang, tapi jawabannya itu enggak ada yang setelah itu sudah enggak kelihatan lagi,” ujar Wisnu.
Situasi semakin mencekam ketika kericuhan kembali terjadi. Wisnu bahkan mendapat informasi dari teman-temannya bahwa ada seseorang yang ditangkap dan dipukuli hingga diduga meninggal dunia.
“Terus setelah itu ada kejadian ricuh lagi dan teman-temanku tuh sempat ada yang bilang pas pada saat kejadian, ada yang bilang, ‘ada yang ditangkap tuh, ada yang dipukulin kayaknya meninggal deh gitu’, dan enggak ngeh kalau misalkan itu Bapak, Bapak saya gitu,” tutur dia sembari menahan air mata.