- tvOnenews - Abdul Gani Siregar
Anak Ungkap Sisi Lain Bambang Setiawan Korban Kerusuhan Pejompongan: Beliau Seasik Itu Jadi Bapak
“Bahkan ada cerita yang bikin aku sedih, tiga bulan dia jualan itu enggak dapat (pembeli), enggak laku sama sekali, dia sampai harus nahan lapar, masak ubi kecil-kecil,” kata dia, air matanya pun spontan menetes.
Yang lebih membuat Wisnu terpukul, Bambang disebut tidak pernah menceritakan kesulitan tersebut kepada anak-anaknya.
Bahkan, dalam kondisi lapar, Bambang disebut sampai membeli minuman yang selama ini hanya menjadi bahan candaan.
“Sampai aku dapat cerita barusan, dia harus beli Okky Jelly Drink (untuk menahan lapar) yang biasa buat bercandaan kita-kita orang kayak ‘Lu kalau lapar ya lu minum Okky Jelly Drink saja’,” ungkap dia.
Bambang, kata Wisnu, memilih menyimpan kesulitannya sendiri. Ia menduga sang ayah tidak ingin membebani anak-anaknya.
“Dia sampai segitu-gitunya dan dia enggak pernah cerita kayak gitu sama anaknya, cuma mungkin dia mikirnya, Bapakku tuh enggak mau menyusahkan anaknya. Eh pas sudah dapat cerita itu kayak segitunya loh gitu,” tutup Wisnu dengan linangan air mata.
Di kesempatan lain, salah satu teman akrab Bambang, yakni Doli (55) bercerita bagaimana perjuangan Bambang bertahan hidup kendati tak ada satu pun pembeli.
Ada percakapan yang masih membekas di pikiran Doli bersama Bambang. Kala itu, Bambang membeli sejumlah ubi ungu berukuran kecil-kecil.
“Tumben banget lu beli ubi kecil-kecil begini, buat apaan?” kata Doli.
“Buat makan siang Doli. Lagi sepi pembeli, jadi hemat makan ubi,” jawab Bambang, yang diperagakan oleh Doli.
Bahkan kata Doli, membeli nasi padang terlalu mahal untuk Bambang dengan kondisi saat itu. Sehingga Bambang meminta Doli untuk beli di nasi di warung tegal (warteg) saja karena harganya jauh lebih terjangkau.
Sebagai informasi, Bambang kemudian diketahui menjadi salah satu korban dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada malam setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi masih menyelidiki kematian Bambang yang diduga menjadi korban pengeroyokan. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan fakta-fakta hukum dari lokasi kejadian.