- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Pesan Bambang Korban Tewas di Pejompongan yang Diingat Sang Anak: Berbuat Baik Jangan Pilih-pilih
“Jadi dengan kesibukan kita masing-masing yang kayak kita ketemu cuma buat ngobrol sebentar bahkan yang akunya juga sudah capek dari kerjaan kadang cuma ngobrol say hello nanya sudah makan apa belum, selalu kayak gitu,” imbuh dia.
Di balik kenangan tentang sosok ayah yang disiplin, tersimpan penyesalan yang kini menjadi beban bagi Wisnu. Ia merasa bersalah karena tidak berada di sisi Bambang pada saat-saat terakhir kehidupannya.
“Gitu jadi di saat terakhirnya tuh aku enggak bisa yang nemenin dia gitu loh. Padahal dia selalu sempatin waktunya buat aku, aku sakit dia selalu sempatin buat datang buat nemenin, tapi pas saat terakhir-akhirnya Bapak tuh saya enggak nemenin. Itu yang bikin jadi berat buat saya gitu, itu saja sih,” tutupnya.
Bambang diketahui meninggal setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan pada Kamis (27/8/2026) malam, ketika kerusuhan terjadi setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI.
Polisi menyatakan masih menyelidiki kematian Bambang. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya hingga kini masih mengumpulkan fakta-fakta hukum terkait kejadian tersebut.
“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin.
Polisi sebelumnya menerima laporan mengenai adanya korban pengeroyokan di kawasan Pejompongan. Namun, evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena situasi di lokasi masih belum kondusif.
“Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan, Bidokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan,” kata Budi.
Bambang kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mintohardjo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. (agr/rpi)