- ANTARA
BMKG: 9 Daerah di NTB Berstatus Awas Kekeringan, HTH Capai 105 Hari
Mataram, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus awas kekeringan meteorologis.
Status tersebut ditetapkan seiring periode Hari Tanpa Hujan (HTH) yang semakin panjang di sejumlah wilayah NTB.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan hanya Kota Mataram yang belum masuk kategori awas kekeringan. Saat ini, Kota Mataram masih berada pada level siaga.
"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Suci di Mataram, Senin (31/8/2026).
Sembilan wilayah yang telah berstatus awas kekeringan meteorologis tersebut yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima.
Secara keseluruhan, status awas tersebut mencakup 38 kecamatan di NTB.
HTH Capai 105 Hari
BMKG mencatat periode Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di NTB secara umum telah berada pada kategori sangat panjang hingga ekstrem.
Rentang HTH di sejumlah wilayah mencapai 31-60 hari, sedangkan beberapa daerah lainnya telah mengalami HTH lebih dari 60 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.
Periode tanpa hujan terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, dengan HTH mencapai 105 hari.
Kondisi tersebut membuat wilayah Bima masuk dalam kategori kekeringan ekstrem.
"Pada dasarian I September 2026 atau dari tanggal 1 sampai 10 September, potensi hujan di seluruh wilayah NTB sangat kecil dengan peluang kurang 10 persen," ujar Suci.
Artinya, kondisi kering diperkirakan masih akan berlanjut pada awal September 2026 karena peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB berada di bawah 10 persen.
El Nino Sangat Kuat hingga Awal 2027
Kondisi kekeringan di NTB juga dipengaruhi oleh fenomena iklim global. BMKG mencatat El Nino saat ini berada pada kategori sangat kuat.
Indeks Nino3.4 tercatat mencapai +2,99 derajat Celsius. BMKG memprediksi kondisi El Nino dengan kategori sangat kuat tersebut masih dapat bertahan hingga awal 2027.
Selain El Nino, Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada pada kategori positif dengan nilai +0,394.