news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

peristiwa kebakaran ratusan rumah adat Sade Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026)..
Sumber :
  • ANTARA

BMKG: 9 Daerah di NTB Berstatus Awas Kekeringan, HTH Capai 105 Hari

BMKG menetapkan 9 daerah di NTB berstatus awas kekeringan. HTH terpanjang mencapai 105 hari di Bima, sementara El Nino sangat kuat diprediksi bertahan hingga 2027.
Senin, 31 Agustus 2026 - 15:58 WIB
Reporter:
Editor :

Mataram, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sembilan dari 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus awas kekeringan meteorologis.

Status tersebut ditetapkan seiring periode Hari Tanpa Hujan (HTH) yang semakin panjang di sejumlah wilayah NTB.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan hanya Kota Mataram yang belum masuk kategori awas kekeringan. Saat ini, Kota Mataram masih berada pada level siaga.

"Hanya Kota Mataram yang saat ini belum masuk status awas kekeringan karena masih level siaga, sedangkan sembilan daerah lainnya sudah berada di level awas kekeringan meteorologis," kata Suci di Mataram, Senin (31/8/2026).

Sembilan wilayah yang telah berstatus awas kekeringan meteorologis tersebut yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta Kota Bima.

Secara keseluruhan, status awas tersebut mencakup 38 kecamatan di NTB.

HTH Capai 105 Hari

BMKG mencatat periode Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di NTB secara umum telah berada pada kategori sangat panjang hingga ekstrem.

Rentang HTH di sejumlah wilayah mencapai 31-60 hari, sedangkan beberapa daerah lainnya telah mengalami HTH lebih dari 60 hari dan masuk kategori kekeringan ekstrem.

Periode tanpa hujan terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, dengan HTH mencapai 105 hari.

Kondisi tersebut membuat wilayah Bima masuk dalam kategori kekeringan ekstrem.

"Pada dasarian I September 2026 atau dari tanggal 1 sampai 10 September, potensi hujan di seluruh wilayah NTB sangat kecil dengan peluang kurang 10 persen," ujar Suci.

Artinya, kondisi kering diperkirakan masih akan berlanjut pada awal September 2026 karena peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB berada di bawah 10 persen.

El Nino Sangat Kuat hingga Awal 2027

Kondisi kekeringan di NTB juga dipengaruhi oleh fenomena iklim global. BMKG mencatat El Nino saat ini berada pada kategori sangat kuat.

Indeks Nino3.4 tercatat mencapai +2,99 derajat Celsius. BMKG memprediksi kondisi El Nino dengan kategori sangat kuat tersebut masih dapat bertahan hingga awal 2027.

Selain El Nino, Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada pada kategori positif dengan nilai +0,394.

Kondisi IOD positif tersebut diperkirakan berpeluang bertahan hingga Oktober 2026.

Kombinasi kondisi tersebut turut meningkatkan potensi berlanjutnya periode kering di NTB.

Warga Diminta Bijak Gunakan Air

Dengan semakin luasnya wilayah yang masuk status awas kekeringan meteorologis, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih apabila kondisi kekeringan terus meluas dan berlangsung dalam waktu panjang.

Musim kemarau di NTB pada 2026 diperkirakan berlangsung cukup panjang, yakni sekitar 25 hingga 27 dasarian atau setara dengan delapan hingga sembilan bulan.

Musim kemarau telah dimulai sejak April 2026. Sementara itu, periode puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026 dengan cakupan wilayah mencapai sekitar 89 hingga 90 persen dari wilayah NTB.

Dengan potensi hujan yang masih sangat rendah pada awal September, masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan diminta mengantisipasi kebutuhan air dan menghemat penggunaan sumber daya air. (ant/nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral