news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tembus Hutan Rimba Kanekes, PNM Buktikan Pemberdayaan Sampai ke Tanah Baduy.
Sumber :
  • PNM

Tembus Hutan Rimba Kanekes, PNM Buktikan Pemberdayaan Sampai ke Tanah Baduy

Melalui program Mekaar, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk pertama kalinya hadir di tanah Baduy luar dan menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy
Selasa, 1 September 2026 - 14:16 WIB
Reporter:
Editor :

Menariknya, ketiganya tidak serta-merta mengenal layanan keuangan formal. Mereka mengenal PNM Mekaar justru dari lingkungan terdekat yaitu saudara mereka yang lebih dahulu menjadi nasabah dan merasakan manfaatnya.

Ketika kebutuhan modal datang, terutama pada musim panen, proses pengajuan yang mereka nilai mudah dan tidak berbelit membuat mereka berani mengambil pembiayaan pertama dalam hidup mereka.

Bagi Saenah, kehadiran modal itu terasa sederhana, tetapi nyata. Ada barang-barang usaha yang kini bisa dibeli, ada kain yang dapat diperoleh, dan ada modal yang kembali berputar.

“Dengan Mekaar, alhamdulillah itu dapat gitu ya. Barang-barang bisa kebeli. Sudah beli kain, sudah dapet juga buat usaha,” tuturnya sederhana.

Cerita dari tanah Baduy ini menjadi gambaran bagaimana PNM menjalankan perannya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Bagi PNM, menjangkau wilayah 3T bukan hanya tentang memperluas titik layanan, tetapi tentang mendatangi masyarakat yang membutuhkan akses, bahkan ketika perjalanan menuju mereka membutuhkan usaha lebih besar.

Karena itu, di berbagai wilayah dengan tantangan geografis serupa, PNM mengoperasikan ratusan unit layanan yang secara khusus berupaya menjangkau nasabah di titik-titik yang sulit disentuh layanan formal.

Kehadiran tersebut juga tidak berhenti pada pembiayaan. Model bisnis PNM Mekaar menggabungkan modal usaha dengan pendampingan, agar nasabah tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memulai atau memperbesar usaha, tetapi juga memiliki ruang untuk terus belajar dan bertumbuh.

Semangat untuk hadir sampai ke titik yang paling sulit dijangkau tersebut sejalan dengan pesan Direktur Utama PNM Kindaris. Menurutnya, ukuran keberhasilan PNM bukan semata-mata pada besarnya pembiayaan yang disalurkan.

“Setiap perempuan prasejahtera di Indonesia berhak mendapatkan pembiayaan dan pemberdayaan dimanapun lokasi mereka. Itu lah yang terus PNM upayakan, sejauh mana perusahaan mampu menghadirkan harapan bagi masyarakat bahkan yang berada di wilayah paling sulit dijangkau,” jelas Kindaris.

Di Baduy, harapan itu hadir dalam bentuk yang mungkin terlihat sederhana berupa modal untuk membeli hasil bumi, menjaga warung tetap berjalan, atau membuat usaha terus berputar.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral