news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

UBakrie's Week 2026 digelae di Oval Venue, Epicentrum Walk.
Sumber :
  • Istimewa

UBakrie's Week 2026 Digelar, Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Universitas Bakrie resmi membuka UBakrie's Week 2026 pada Senin (31/8) di Oval Venue, Epicentrum Walk, Jakarta.
Selasa, 1 September 2026 - 17:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Universitas Bakrie resmi membuka UBakrie's Week 2026 pada Senin (31/8) di Oval Venue, Epicentrum Walk, Jakarta. 

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat, 4 September 2026 ini menyambut 1.147 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Selama lima hari, mahasiswa mendapat pembekalan awal untuk menjalani transisi ke perguruan tinggi, memahami keterhubungan perkuliahan dengan industri, serta membangun karakter dan kesadaran mengenai lingkungan belajar yang aman.

Pembukaan dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan dan Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ratna Indira Nirwan Bakrie beserta jajaran Yayasan Pendidikan Bakrie. Hadir pula Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Andarina Bakrie, serta Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana.

Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah III Henri Tambunan menempatkan optimisme sebagai bekal generasi baru memasuki perguruan tinggi. 

"Optimisme menjadi modal untuk menyambut generasi penerus yang hari ini telah siap memimpin, berkarya, dan membawa perubahan positif," jelas Henri.

Universitas Bakrie tahun ini menerima 1.147 mahasiswa baru. Dari total tersebut, 58 persen merupakan perempuan dan 42 persen laki-laki. "Kepada 1.147 mahasiswa baru Universitas Bakrie tahun 2026, Anda datang dari latar belakang, daerah, dan tujuan yang berbeda-beda. Mulai hari ini, Anda berbagi satu nama dan satu almamater, Universitas Bakrie,” kata Rektor Universitas Bakrie Sofia Alisjahbana.

Selain menyampaikan profil angkatan 2026, Sofia menjelaskan bahwa mahasiswa Universitas Bakrie berada dalam ekosistem yang terhubung dengan Bakrie Group. Keterhubungan ini digunakan untuk mendekatkan ruang kuliah dengan kebutuhan dunia kerja. 

Menurut Sofia, di banyak tempat mahasiswa umumnya baru bersentuhan dengan industri pada semester akhir ketika mulai mencari tempat magang. 

"Di Universitas Bakrie, sistem dirancang untuk memperpendek jarak itu," ucapnya.

Upaya tersebut dijalankan melalui Komite Industri, forum yang melibatkan perwakilan Bakrie Group untuk menjaga relevansi perkuliahan dengan kebutuhan industri. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pembelajaran dari dosen praktisi, studi kasus perusahaan, program magang yang memberi tanggung jawab, serta riset yang menjawab persoalan industri.

Ekosistem usaha yang diperkenalkan kepada mahasiswa mencakup sektor energi, pertambangan, manufaktur, mobilitas listrik, properti, hingga media. Keragaman sektor tersebut memberi mahasiswa konteks untuk membaca persoalan nyata dari berbagai disiplin sejak masa studi, tidak berhenti pada simulasi di ruang kelas.

Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie Ratna Indira Nirwan Bakrie mengingatkan bahwa dunia perguruan tinggi memberi mahasiswa kebebasan lebih besar untuk mengatur waktu, menentukan prioritas, dan mengambil keputusan. Kebebasan tersebut berjalan bersama tanggung jawab. 

Ia mendorong mahasiswa tetap mengutamakan akademik sambil membangun jejaring dan mencari pengalaman. 

"Empat tahun ke depan mungkin terasa masih panjang. Tetapi percayalah, waktu akan berjalan dengan sangat cepat. Karena itu, gunakanlah masa kuliah kalian sebaik-baiknya," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar kesempatan tersebut mendukung, bukan menggeser, prioritas akademik. Yayasan Pendidikan Bakrie bersama Universitas Bakrie, lanjutnya, akan berupaya menyediakan lingkungan pendidikan yang membantu mahasiswa berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Andarina Bakrie, mengangkat relevansi karakter dan empati di tengah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia mengajak mahasiswa menerima perkembangan teknologi dengan kesadaran diri, tetap rendah hati untuk belajar, serta berani mengakui ketika belum mengetahui sesuatu.

Menurutnya, karakter tumbuh dari pilihan kecil sehari-hari yaitu bersikap jujur, mendengarkan pandangan yang berbeda, dan mengakui kesalahan. Adinda juga mendorong mahasiswa memberi manfaat sejak masa kuliah melalui ruang yang inklusif dan budaya saling mendukung. 

"Pengetahuan memberi kita alat untuk melangkah, tapi karakter dan empati yang menentukan ke mana arah kita melangkah," tutur Adinda.

Pesan-pesan tersebut diterjemahkan dalam rangkaian UBakrie's Week 2026. Mahasiswa baru mengikuti UBakrie Talk yang membahas nilai Universitas Bakrie dan Bakrie Group, paparan wawasan kebangsaan, materi anti-narkoba dan anti-korupsi, serta sesi pencegahan perundungan dan kekerasan seksual. 

Susunan materi ini memberi mahasiswa pengenalan institusi sekaligus konteks persoalan yang akan mereka hadapi selama menjalani kehidupan kampus.

Penampilan khusus Vierratale menjadi penutup acara pembukaan. Rangkaian orientasi UBakrie's Week 2026 masih berlangsung hingga Jumat, 4 September 2026.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral