news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jumpa pers di Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (1/9), terkait aksi nekat sekeluarga membobol mesin ATM yang berada di dalam sebuah minimarket di Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat..
Sumber :
  • Antara

Modus Seragam Minimarket, Satu Keluarga Pembobol ATM di Jakarta Barat Diringkus

Aksi nekat dilakukan oleh satu keluarga yang berupaya membobol mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. 
Selasa, 1 September 2026 - 19:35 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Aksi nekat dilakukan oleh satu keluarga yang berupaya membobol mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Komplotan yang terdiri dari bapak tiri, ibu, dan anak ini terpaksa gigit jari setelah upaya mereka gagal di tengah jalan.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, mengungkapkan bahwa insiden yang dilaporkan pada Februari 2026 ini bermula dari rencana matang para pelaku. 

Namun, mereka gagal menguras uang dari mesin ATM karena peralatan las yang digunakan mengalami kendala teknis.

“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Nasriadi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/9).

Dalam pembagian tugasnya, sang bapak tiri berinisial RH dan anaknya H bertindak sebagai eksekutor di dalam toko. 

Sementara sang ibu, D, berjaga di luar untuk memantau situasi. Sayangnya, saat proses pengelasan mesin ATM sedang berlangsung, persediaan oksigen untuk alat las tersebut justru habis.

“Pelaku RH bersama H masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (D) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar. Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” kata Nasriadi.

Lantaran gagal mendapatkan uang, para pelaku tidak mau pulang dengan tangan hampa. 

Mereka akhirnya mengalihkan sasaran dengan mencuri sejumlah stok rokok di dalam minimarket tersebut.

Pihak kepolisian juga menemukan fakta unik dalam penyelidikan. Salah satu pelaku diketahui mengenakan seragam yang sangat mirip dengan pakaian karyawan minimarket. 

Diketahui, kostum tersebut dipesan secara khusus melalui platform belanja online.

“Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi maupun kamera CCTV,” katanya.

Saat ini, polisi telah berhasil menangkap H (anak) dan D (ibu). Namun, RH yang merupakan ayah tiri sekaligus otak di balik aksi ini berhasil melarikan diri dan kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Nasriadi menjelaskan bahwa motif utama di balik aksi kriminal ini adalah tekanan ekonomi. 

RH diduga kuat menjadi sosok yang menghasut istri dan anak tirinya untuk melakukan perbuatan tersebut.

“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, polisi mencurigai bahwa RH bukan pemain baru dalam aksi pembobolan ATM. 

Keahliannya menggunakan alat las khusus menunjukkan bahwa ia kemungkinan besar sudah sering melakukan aksi serupa sebelumnya.

“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” kata Nasriadi.

Sejumlah barang bukti telah disita, termasuk pakaian merah marun, seragam minimarket palsu, ponsel, hingga tempat sampah. 

Sementara itu, peralatan las yang digunakan dibuang oleh para pelaku ke Kali Angke untuk menghilangkan jejak. Karena beratnya peralatan tersebut, petugas masih melakukan proses pencarian di dasar sungai.

“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya,” ucapnya. (ant/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral