- Istimewa
Rocky Gerung hingga Akademisi Bedah Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas', Bongkar Persoalan Olahraga Indonesia
Namun, kata Rocky, dalam realitasnya, kita terjebak dalam apa yang dalam literatur kebijakan publik disebut sebagai policy formalism.
"Buku Membangun Otot di Negeri Kertas, bukan sekadar gagasan brilian, tapi juga solusi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional Indonesia," pungkasnya.
Sementara Asro Kamal Rokan, wartawan senior olahraga, akan membawa perspektif jurnalistik dan pengalaman panjang dalam melihat perkembangan olahraga Indonesia.
Peran media dalam mengawal prestasi, kebijakan, dan tata kelola olahraga juga menjadi bagian penting dalam diskusi.
Dari perspektif keilmuan olahraga, hadir Prof. Dr. H. Yunyun Yudiana, M.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) juga akan tampil sebagai pembicara.
Ia diharapkan memberikan pandangan mengenai pentingnya sport science, pendidikan, pembinaan atlet, serta pengembangan sumber daya manusia olahraga.
Ketiga pembicara tersebut akan berdialog dengan Sadik Algadri selaku penulis buku serta insan olahraga lainnya untuk membedah berbagai gagasan yang dituangkan dalam Membangun Otot di Negeri Kertas.
Dari “Negeri Kertas” Menuju Kekuatan Olahraga Dunia
Judul buku Membangun Otot di Negeri Kertas merupakan metafora tentang kondisi olahraga Indonesia yang dinilai tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan, aturan, program, proposal, dan dokumen.
Olahraga membutuhkan “otot” yang nyata: atlet berkualitas, pelatih kompeten, fasilitas memadai, kompetisi yang sehat, sport science, tata kelola profesional, pendanaan berkelanjutan, serta kebijakan yang benar-benar dijalankan.
Karena itu, forum bedah buku ini diharapkan tidak berhenti sebagai diskusi akademik maupun peluncuran gagasan.
Lebih jauh, forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap pembangunan olahraga Indonesia.
“Kita ingin olahraga Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam kompetisi internasional. Kita ingin Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di panggung olahraga dunia,” imbuh Sadik.
Momentum Menyambut Masa Depan Olahraga Indonesia
Penyelenggaraan bedah buku pada 5 September 2026 juga menjadi momentum strategis untuk memperbincangkan arah olahraga nasional di tengah persiapan berbagai agenda olahraga Indonesia ke depan.
Forum ini diharapkan dapat mempertemukan pemikiran dari kalangan akademisi, praktisi olahraga, wartawan, organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat olahraga.