- Mayawana Persada.
Karhutla Membayangi Kalimantan, Kualitas Udara Menurun hingga Jarak Pandang di Bawah 1 Kilometer
Jakarta, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah Kalimantan.
Puluhan titik api terdeteksi hingga 1 September 2026, sementara kualitas udara di sejumlah daerah telah berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Kondisi paling menonjol terjadi di Kalimantan Tengah. Sebanyak 63 titik api terdeteksi dengan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dan jarak pandang sekitar 2 kilometer.
Di Kalimantan Barat, jumlah titik api tercatat sebanyak 30 titik. Meski lebih rendah dibandingkan Kalimantan Tengah, dampak asap di sejumlah wilayah lebih serius dengan kualitas udara berada pada kategori berbahaya dan jarak pandang kurang dari 1 kilometer.
Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 13 titik api. Kualitas udara di provinsi tersebut bervariasi dari kategori sedang hingga berbahaya dengan jarak pandang kurang dari 3 kilometer.
Situasi ini membuat penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan terus diperkuat melalui kombinasi operasi darat dan udara.
Strategi pemadaman disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari karakteristik lahan gambut, ketersediaan sumber air, arah dan kecepatan angin hingga kondisi jarak pandang.
Lebih dari 1,3 Juta Liter Air Dijatuhkan di Kalsel
Operasi udara terbesar di antara tiga provinsi tersebut berlangsung di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data capaian operasi hingga 31 Agustus 2026 yang disampaikan BNPB pada 1 September, lima helikopter dikerahkan dalam 11 sorti pengeboman air. Total 1,328 juta liter air dijatuhkan untuk menangani kebakaran di area seluas 60,41 hektare.
Pemadaman melalui operasi darat juga telah dilakukan pada area seluas 29 hektare.
Namun, karakteristik lahan gambut membuat pemadaman tidak berhenti ketika api di permukaan berhasil dikendalikan. Bara dapat bertahan di bawah permukaan dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Untuk mendeteksi kondisi tersebut, petugas menggunakan kamera termal guna menemukan titik panas maupun bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.
Pengerahan beberapa helikopter secara bersamaan juga dilakukan, terutama untuk menangani kebakaran di sekitar bandara dan kawasan permukiman.
23 Lokasi di Palangka Raya Belum Padam
Penanganan intensif juga berlangsung di Kalimantan Tengah, provinsi dengan jumlah titik api tertinggi dari enam wilayah prioritas penanganan karhutla per 1 September.