160 Warga di Kotawaringin Timur Mengidap ISPA
Kotawaringin timur, tvOnenews.com - Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, telah mencapai 1.625 hektare. Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Satgas Karhutla mencatat 796 titik panas dan 639 kejadian kebakaran yang telah ditangani.
Dalam satu hari terakhir, tercatat 22 lokasi karhutla. Sebagian besar titik kebakaran berada di sekitar permukiman warga. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat setelah kabut asap mulai menebal dalam beberapa hari terakhir.
Pada 1 September 2026, tercatat 114 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut ( Ispa).
Selain itu, sebanyak 59 warga dilaporkan mengalami radang tenggorokan. Peningkatan kasus tersebut menjadi salah satu dampak yang dikhawatirkan akibat memburuknya kualitas udara karena asap karhutla.
Petugas saat ini bersiap melakukan pendinginan di sejumlah lahan yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dinilai penting karena kebakaran di lahan gambut dapat terus berlangsung di bawah permukaan tanah. Api yang masih aktif di dalam gambut berpotensi kembali menyebar dan memicu munculnya asap tebal.
Upaya pemadaman juga dilakukan di sekitar kawasan Bandara Haji Asan Sampit. Petugas mengerahkan alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak kembali meluas. Alat berat juga digunakan untuk membuka akses jalan bagi personel Satgas Karhutla menuju lokasi yang masih terbakar.
Sejumlah embung turut dibangun sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman. Pemerintah daerah juga mengerahkan 38 unit kendaraan operasional untuk membantu penanganan karhutla.
Namun, hingga saat ini operasi pemadaman masih mengandalkan penanganan dari darat. Operasi udara atau water bombing disebut belum kembali dilakukan setelah sempat dikerahkan pada awal kejadian.
Kondisi tersebut menjadi tantangan karena sejumlah titik kebakaran berada semakin jauh dari akses jalan. Keterbatasan akses membuat personel darat kesulitan mencapai lokasi, sementara kebutuhan sumber air semakin besar. Petugas terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas.