- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Empat Jurus Pemerintah Genjot Laut Indonesia, dari Modernisasi Kapal hingga Tambak Udang
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyiapkan empat program strategis untuk menggenjot sektor kelautan dan perikanan nasional.
Tak sekadar mengejar peningkatan produksi ikan, program tersebut diarahkan menjadi instrumen untuk membuka lapangan kerja.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu prioritas pemerintah karena Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara kepulauan.
“Pembangunan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu program prioritas pemerintah karena memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi kelautan Indonesia sebagai negara kepulauan,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Menurut Qodari, pemerintah kini mempercepat sejumlah program yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga ditujukan agar manfaat pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Atas dasar itu, pemerintah terus mempercepat berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus pemerintah berada di sektor perikanan tangkap melalui modernisasi kapal ikan.
Program ini diarahkan untuk memperbesar kemampuan nelayan Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya ikan di laut lepas atau high seas.
Selama ini, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk kuota tangkap yang telah diberikan kepada Indonesia.
“Dari sisi perikanan tangkap, modernisasi kapal ikan dimaksudkan untuk menolong nelayan memanfaatkan potensi ikan di high seas atau laut lepas mengingat selama ini Indonesia belum mampu memanfaatkan kuota tangkap yang diberikan secara optimal,” kata Qodari.
Modernisasi tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah menggeser pengelolaan perikanan tangkap dari pola tradisional menuju pemanfaatan sumber daya laut yang lebih produktif.
Dengan kemampuan armada yang lebih baik, nelayan diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengambil porsi lebih besar dari potensi ekonomi laut Indonesia.
Selain perikanan tangkap, pemerintah menempatkan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu wilayah sasaran pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Dua program besar yang diarahkan ke wilayah tersebut adalah tambak udang terintegrasi di Waingapu dan kawasan sentra industri garam nasional (KSIGN) di Rote Ndao.
Kedua proyek tersebut tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur produksi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan.
“Dari sisi pembangunan, program tambak udang terintegrasi di Waingapu dan kawasan sentra industri garam nasional atau KSIGN di Rote Ndao sama-sama diarahkan ke Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi tantangan kemiskinan di Indonesia,” ujar Qodari.
Pemerintah berharap aktivitas ekonomi yang muncul dari kedua program tersebut menciptakan efek berantai bagi masyarakat mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas usaha di sekitar kawasan produksi.
“Kedua program ini diharapkan memberikan efek pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di kawasan tersebut,” katanya.
Dengan demikian, pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak semata diarahkan ke wilayah yang telah menjadi pusat ekonomi.
Pemerintah juga berupaya menjadikan potensi pesisir dan kelautan sebagai instrumen pemerataan pembangunan, terutama di daerah yang masih membutuhkan dorongan ekonomi baru.
Sementara dari sisi ketahanan pangan, pemerintah menyiapkan program budidaya ikan darat tematik. Program ini memiliki sasaran yang lebih langsung terhadap kebutuhan konsumsi masyarakat, terutama dalam pemenuhan protein.
Tak berhenti pada peningkatan produksi ikan konsumsi, program tersebut juga dikaitkan dengan pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, program budidaya ikan darat tematik hadir untuk memenuhi kebutuhan ikan konsumsi domestik sekaligus mendorong program prioritas Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat,” kata Qodari.
Program tersebut menempatkan ikan sebagai salah satu sumber protein yang dapat diperkuat dari sisi produksi domestik.
Dengan begitu, pengembangan budidaya tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi pembudidaya, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat secara lebih luas.
Qodari menegaskan keempat program tersebut merupakan bagian dari satu strategi besar pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan.
Pemerintah ingin potensi laut dan perikanan Indonesia memberikan dampak sekaligus terhadap produksi, pemerataan ekonomi, dan ketahanan pangan.
“Secara keseluruhan, keempat program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional, baik dari sisi produksi, pemerataan ekonomi antar wilayah, maupun ketahanan pangan dan protein nasional,” pungkasnya. (agr/nsi)