- tim tvone - tim tvone
Ratusan Santri Keracunan Usai Santap MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Namun, setelah makanan dikonsumsi, muncul laporan mengenai sejumlah siswa dan santri yang mengalami keluhan.
Rafli juga menjelaskan makanan MBG memiliki batas waktu aman untuk dikonsumsi setelah dikirim kepada penerima.
Makanan Dikirim Sekitar Pukul 11.00 WIB
Rafli mengatakan makanan dikirim sekitar pukul 11.00 WIB. Dia menyebut makanan tersebut memiliki batas waktu konsumsi sekitar empat jam setelah diterima.
“Jam 11.00 WIB dikirim. Empat (jam setelah diterima batas konsumsi),” pungkasnya.
Informasi mengenai waktu pengolahan, pengiriman, hingga batas konsumsi tersebut disampaikan Rafli ketika memberikan penjelasan mengenai proses penyediaan makanan MBG yang dikonsumsi para penerima.
Sementara itu, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sebelumnya mengalami keracunan setelah diduga mengonsumsi makanan dari program MBG.
Ratusan Santri Mengalami Gejala Keracunan
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi setelah para santri melangsungkan salat zuhur. Gejala kemudian mulai dirasakan saat waktu asar.
Memasuki sekitar waktu magrib, banyak santri yang mengalami keluhan kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Serka Andik, selaku pendamping SPPG yang menyediakan makanan MBG bagi santri Ponpes Manbaul Hikam, sebelumnya membeberkan menu makanan yang disajikan pada hari kejadian.
Menu MBG tersebut terdiri dari beberapa jenis makanan dan buah.
“Nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu bali, dan buah apel,” ujar Andik saat ditemui wartawan di lokasi pondok pesantren.
Kejadian tersebut kemudian menjadi perhatian setelah banyak santri mengalami keluhan usai menyantap makanan MBG.
Di tengah penanganan kasus tersebut, Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permintaan maaf dan mengaku menyesal atas kejadian yang menimpa para penerima makanan.
Rafli juga menjelaskan proses pengolahan dan pemeriksaan makanan yang dilakukan sebelum didistribusikan, termasuk pemeriksaan organoleptik oleh PIC dari pihak sekolah.
Sementara itu, laporan mengenai korban dari SDN Kalitengah 1 dan SDN Kalitengah 2 juga telah diterima pihak SPPG pada Selasa malam.