- dok. BGN
Anggaran BGN 2027 Jadi Rp240 Triliun, Rp232,5 Triliun Digelontorkan untuk MBG
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat pagu anggaran sebesar Rp240,20 triliun untuk tahun 2027. Anggaran tersebut mengalami pemangkasan sebesar Rp30 triliun akibat kebijakan efisiensi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pagu anggaran tersebut ditetapkan setelah sebelumnya pemerintah menetapkan anggaran BGN 2027 sebesar Rp270,20 triliun pada 7 Mei 2026.
Hal itu disampaikan Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
“Tepatnya adalah Rp240.201.499.678.000. Terdapat efisiensi sebesar Rp30 triliun,” ungkap Sudaryono.
Menurut dia, pemangkasan anggaran sebesar Rp30 triliun tersebut diambil dari komponen bantuan pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum dilakukan efisiensi, anggaran bantuan pemerintah untuk program MBG tercatat sebesar Rp265,5 triliun. Setelah dilakukan pemangkasan, anggaran tersebut menjadi Rp232,5 triliun.
Dua Program Utama BGN 2027
Sudaryono menjelaskan, total pagu anggaran BGN 2027 terbagi dalam dua program utama.
Pertama, program pemenuhan gizi nasional yang mendapatkan alokasi sebesar Rp232,88 triliun atau 96,95 persen dari total anggaran BGN.
Kedua, program dukungan manajemen yang memperoleh alokasi sebesar Rp7,33 triliun atau 3,05 persen dari keseluruhan anggaran BGN pada 2027.
“Dan dua, dukungan program dukungan manajemen sebesar Rp7,33 triliun atau 3,05 persen dari total keseluruhan anggaran BGN di tahun 2027,” kata Sudaryono.
Dari total anggaran tersebut, belanja barang dialokasikan sebesar Rp233,12 triliun, sedangkan belanja pegawai mendapatkan anggaran sebesar Rp7,08 triliun.
Rp232,5 Triliun untuk Program MBG
Porsi terbesar anggaran BGN 2027 akan digunakan untuk pelaksanaan program MBG.
Sudaryono menyebut anggaran untuk program tersebut mencapai Rp232,50 triliun.
Anggaran MBG tersebut terdiri atas penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Rinciannya sebagai berikut:
-
Rp198,96 triliun untuk penyediaan makan bergizi bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
-
Rp33,54 triliun untuk kelompok 3B, yakni bumil, busui, dan balita.
“Yang terdiri atas penyediaan makan berseri untuk peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sebesar Rp198,96 triliun, serta 3B (bumil, busui, dan balita) sebesar Rp33,54 triliun,” ujar Sudaryono.