- Mayawana Persada.
354 Hektare Karhutla Kalbar Berhasil Dipadamkan, Tapi Kualitas Udara Masih Berbahaya
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sebanyak 354,60 hektare lahan terbakar di Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil dipadamkan.
Meski sebagian besar lahan yang terbakar telah berhasil ditangani, BNPB menyebut kondisi kualitas udara di wilayah terdampak masih berada dalam kondisi berbahaya.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam update penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (3/9/2026).
"Tim kita berhasil memadamkan sekitar 354 hektare lebih," kata Berton.
Berdasarkan data yang disampaikan BNPB, total lahan yang terbakar mencapai 538,36 hektare. Dengan demikian, lebih dari separuh luas lahan yang terbakar telah berhasil dipadamkan.
Namun, penanganan Karhutla masih terus dilakukan. Pasalnya, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada dalam kondisi yang berbahaya.
Berton juga mengungkapkan jarak pandang di wilayah terdampak bahkan berada di bawah 1 kilometer.
14.563 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla
Dalam upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan satuan tugas (satgas) darat dan udara.
Berton mengatakan operasi yang dilakukan kedua satgas tersebut memberikan hasil yang signifikan dalam upaya memadamkan kebakaran.
Untuk satgas darat, sebanyak 14.563 personel dikerahkan ke lokasi penanganan Karhutla.
"Satgas darat yang kita kerahkan, sebesar 14.563 orang. Untuk satgas darat ini telah berhasil memadamkan 352,60 hektare," ungkapnya.
Sementara itu, penanganan melalui jalur udara juga dilakukan dengan sejumlah metode.
Salah satunya melalui patroli udara untuk memantau titik panas maupun titik api yang masih berada di wilayah terdampak.
"Untuk satgas udara kita melakukan beberapa metode, yang pertama melakukan patroli, melihat dimana-mana saja titik panas maupun titik-titik api, dua armada dikerahkan untuk melakukan pemantauan ini," sambungnya.
Dua Armada Lakukan Water Bombing
Selain melakukan patroli dan pemantauan titik panas, BNPB juga mengerahkan dua armada untuk melakukan water bombing atau pemadaman menggunakan air dari udara.
Dari operasi tersebut, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai kurang lebih 2 hektare.
Penanganan dari udara dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemadaman di lokasi kebakaran yang masih membutuhkan penanganan.
Selain water bombing, BNPB juga melakukan modifikasi cuaca sebagai bagian dari penanganan Karhutla.
Dalam operasi tersebut, satu armada dikerahkan untuk melakukan penyemaian bahan berupa 800 kilogram NaCl.
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan penanganan melalui satgas darat dan operasi udara untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Meski luas lahan yang terbakar sudah berhasil ditekan melalui operasi pemadaman, BNPB masih terus melakukan penanganan karena kondisi kualitas udara di wilayah terdampak masih berbahaya dan jarak pandang tercatat kurang dari 1 kilometer. (aha/nsp)