- Instagram/@aryawedakarna
Arya Wedakarna Sebut Dirinya Tidak Hadir di Kontes Transgender Sebagai Senator: Saya Pragmatis Saja
tvOnenews.com - Seorang senator Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna kembali menjadi sorotan publik setelah viral menghadiri ajang Transgender Internasional, Miss Equality World 2026 di Thailand.
Kemunculannya di acara tersebut menjadi polemik di masyarakat. Namun, kini Arya Wedakarna atau AWK menanggapi sorotan tersebut.
Melalui media sosialnya, Arya Wedakarna mengatakan dirinya menghadiri acara undangan dari sebuah komite bernama MS Organization.
Komite tersebut beranggotakan para pengusaha dari berbagai latar belakang.
Ia mengatakan bahwa komite ini pernah melakukan audiensi kepadanya di Bali. Kini ia menghadiri undangannya ke Thailand dengan berbagai rangkaian acara selama 3 hari.
Selama rangkaian acara itu berlangsung, terdapat kegiatan diskusi, kuliner, pameran, hingga pertemuan-pertemuan bersama pengusaha.
Kemudian, ia juga diberikan kesempatan untuk meluncurkan video pariwisata Bali.
“Pada acara itu memang rangkaiannya cukup banyak, ada diskusi, ada kuliner, ada pameran, kemudian ada juga pertemuan-pertemuan dari lintas latar belakang pengusaha. Tentu kami mendapatkan undangan untuk meluncurkan satu video tentang pariwisata Bali, yang khususnya adalah pariwisata Bali Barat,” ungkap Arya Wedakarna pada akun media sosial miliknya.
- Instagram/@aryawedakarna
Arya Wedakarna pun menanggapi polemik yang beredar mengenai gender. Sebagai seorang tamu, dirinya merasa tidak berhak untuk berkomentar terkait hal tersebut.
“Dalam acara itu ada berbagai kalangan. Mungkin yang dianggap normal atau tidak normal itu kita tahu Thailand seperti apa. Saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gendernya apa, itu kan etika. Saya tidak dalam posisi untuk mengomentari,” ujarnya.
Senator tersebut mengungkapkan hanya menerima penghargaan dari pihak penyelenggara dan ia sangat menghargai hal itu.
“Jadi saat itu menerima penghargaan, karena ada tokoh Bali, tokoh budaya Bali, tokoh pariwisata Bali. Ya sudah, ada penghargaan kami terima, bersalaman ya selesai seperti itu. Namanya kita menghargai,” jelas AWK meluruskan.
Namun, dirinya meluruskan bahwa kehadirannya dalam rangkaian acara tersebut bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai tokoh Bali.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa kunjungan kerja saya ke Thailand itu bukan sebagai pejabat negara, tetapi sebagai tokoh budaya Bali. jadi saya datang kesana tidak ada identitas sebagai pejabat negara, sebagai orang Bali, dan juga sebagai tokoh Hindu. Makanya saya ke sana memakai pakaian adat Bali,” terangnya.