news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth.
Sumber :
  • Istimewa

Kenaikan Tarif Ragunan Disepakati DPRD DKI Jakarta, Ini Alasannya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menaikkan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000.
Jumat, 4 September 2026 - 21:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menaikkan tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menjadi Rp10.000.

Rencana kenaikan tarif masuk itu telah disepakati pihak pengelola Ragunan dan Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya mengatakan penyesuaian tarif dilakukan dalam upaya peningkatan fasilitas dan layanan di area Ragunan.

Pasalnya, Dimaz menilai tarif yang berlaku sebelumnya tak relevan jika dibanding dengan pendapatan warga Jakarta saat ini 

“Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” kata Dimaz, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menyebut tarif masuk Ragunan baru itu dinilai relevan jika dibanding tempat wisata lainnya seperti Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Kendati demikian, pihaknya mengaku masih akan melakukan berbagai kajian terkait penetapan tarif baru Ragunan tersebut.

“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tutur dia.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth menilai penyesuaian tarif memang perlu dilakukan demi membenahi berbagai sarana dan prasarana di Ragunan.

Sebab, kata Kenneth, masih terdapat beberapa kandang dengan keamanan yang perlu ditingkatkan semisal peristiwa terjatuhnya anak ke kandang gajah pada Mei 2026 lalu.

“Beberapa waktu lalu ada anak yang terjatuh ke area kandang gajah. Nah, ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, penyesuaian tarif tiket masuk dapat mengurangi beban subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Sebab, APBD masih menanggung biaya operasional Ragunan hingga 70 persen.

Ia berharap Ragunan mampu secara bertahap mentransformasikan diri menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri.

“Harapan kami dengan adanya peningkatan tarif ini adalah Taman Margasatwa Ragunan bisa mandiri secara finansial. Efisiensi pada anggaran APBD nantinya bisa digunakan untuk program lain yang lebih membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Kenneth juga membeberkan sejumlah catatan evaluasi kritis dari hasil inspeksi lapangan yang sempat dilakukannya.

Menurutnya penambahan pendapatan dari penyesuaian harga tiket masuk harus dialokasikan pada aspek-aspek vital, seperti perbaikan sanitasi, kebersihan toilet, hingga program pemuliaan satwa, serta kesejahteraan pegawai.

“Kondisi satwa harus tetap prima. Bahkan untuk satwa besar seperti gorila jantan yang saat ini belum memiliki pasangan, kita dorong agar ada skema pertukaran satwa antar kebun binatang agar bisa mendapatkan gorila betina sehingga mereka bisa berkembang biak dengan layak. Kesejahteraan pegawai dan petugas teknis di lapangan juga harus diperhatikan. Semua ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Penambahan pemasukan yang diterima pengelola Ragunan dari penyesuaian harga tiket masuk juga dapat dimanfaatkan untuk menambah jumlah dokter hewan.

Kata Kenneth, jumlah dokter hewan di Taman Margasatwa Ragunan belum sebanding dengan jumlah satwa yang berjumlah lebih dari 2.200 satwa.

“Ada lebih dari 2.200 jumlah satwa di Taman Margasatwa Ragunan, tetapi jumlah dokter hewannya hanya berjumlah 8 orang, kan timpang sekali ini. Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan,” pungkasnya.(ant/raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral