- tvOnenews
Suara Gemuruh Terdengar ke Banten! Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlangsung 5 Jam
Dalam hal ini, PVMBG menegaskan bahwa meskipun aktivitas erupsi cukup tinggi, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.
Status ini telah ditetapkan sejak 2 Juli 2026, setelah peningkatan dari Level II (Waspada).
Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tsunami juga kembali mencuat karena sejarah panjang gunung ini.
Anak Krakatau diketahui pernah memicu tsunami pada 1883 dan kembali pada 22 Desember 2018 akibat runtuhan sebagian tubuh gunung.
Namun, kondisi saat ini dinilai berbeda secara geologi.
“Jadi kekhawatiran mengenai potensi tsunami ini muncul, karena Gunung Anak Krakatau memiliki sejarah pernah memicu tsunami akibat runtuhnya sebagian tubuh gunung pada 22 Desember 2018,” jelasnya.
“Namun kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda,” sambungnya.
Bahkan Rita menyebutkan bahwa meskipun potensi keruntuhan besar tidak terindikasi, pengawasan tetap dilakukan secara ketat karena dinamika vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu.
“Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung tetap kami pantau secara intensif,” katanya. (aag)