news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Senin Pagi! Gunung Anak Krakatau Meletus 10 Kali.
Sumber :
  • istimewa - Antara

Bukan Gunung Biasa, Mengenal Sejarah Gunung Anak Krakatau dari Letusan 1883 hingga Erupsi 2026

Mengenal lebih dalam sejarah Gunung Anak Krakatau, dari letusan dahsyat Krakatau 1883, kemunculannya pada 1929, hingga erupsi terbaru pada September 2026.
Minggu, 6 September 2026 - 13:34 WIB
Reporter:
Editor :

Salah satu hal menarik dari Anak Krakatau adalah bentuknya yang tidak permanen.

Gunung api pada dasarnya merupakan sistem dinamis. Ketika magma naik dan keluar melalui kawah, material baru dapat menumpuk di sekitar pusat erupsi. Jika proses tersebut terjadi berulang kali, tubuh gunung bisa bertambah besar.

Namun, proses yang sama juga dapat menyebabkan perubahan bentuk.

Aktivitas erupsi dapat melemahkan atau mengubah struktur lereng. Material yang menumpuk di atas lereng juga dapat menjadi tidak stabil. Dalam kondisi tertentu, sebagian tubuh gunung dapat runtuh.

Peristiwa inilah yang kemudian menjadi salah satu aspek paling penting dalam sejarah modern Anak Krakatau.

Riwayat Erupsi Anak Krakatau Sebelum 2018

Sebagai gunung api muda yang aktif, Anak Krakatau telah mengalami berbagai fase erupsi sejak kemunculannya.

Kementerian ESDM mencatat, misalnya, erupsi terjadi pada 20 Juni 2016, kemudian pada 19 Februari 2017 dalam bentuk erupsi Strombolian. Aktivitas erupsi kembali berlangsung sejak 29 Juni 2018.

Erupsi Strombolian umumnya ditandai oleh letusan-letusan yang melontarkan material pijar dan abu dari kawah. Aktivitas seperti ini menjadi bagian dari proses Anak Krakatau dalam terus membangun dan mengubah tubuhnya.

Rangkaian aktivitas tersebut kemudian berlanjut hingga mencapai salah satu episode paling penting pada akhir 2018.

Erupsi Anak Krakatau 2018 dan Tsunami Selat Sunda

Visual Gunung Anak Krakatau yang terlihat dari CCTV Pos Pantau Sertung Atas.
Sumber :
  • Tim tvOne/Pujiansyah

Pada 2018, Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas vulkanik yang berlangsung berbulan-bulan.

Pada 22 Desember 2018, terjadi tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung.

Berbeda dengan banyak tsunami besar di Indonesia yang dipicu gempa bumi tektonik, tsunami Selat Sunda 2018 berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Analisis Kementerian ESDM menyebut tsunami tersebut kemungkinan besar dipicu oleh longsoran atau runtuhnya sebagian tubuh Gunung Anak Krakatau ke laut, terutama pada sektor selatan dan barat daya.

BMKG juga menyatakan tsunami tersebut tidak dipicu oleh gempa bumi tektonik. Aktivitas erupsi Anak Krakatau menjadi bagian penting dalam rangkaian kejadian sebelum tsunami.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa ancaman Gunung Anak Krakatau tidak hanya berupa lava, abu vulkanik, atau lontaran batu pijar.

Berita Terkait

1 2
3
4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:57
02:03
05:04
05:34
01:25
04:56

Viral