- Istimewa
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan teregistrasi dengan nomor LP/B/3374/VIII/2026/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya tertanggal 26 Agustus 2026.
"Jadi korban ini adalah keluarga kita, karena ayahnya pernah menjadi Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020. Korban ini adalah keluarga kita," kata Sekretaris LBH GP Ansor DKI Jakarta, Ismunanda Umafagur, di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).
Ismunanda mengungkapkan kronologi dugaan pengeroyokan ini bermula saat korban bertemu dengan sejumlah temannya untuk mengerjakan tugas kuliah pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kemudian, seorang kakak kelas korban saat SMA menghubungi korban dan mengajak bertemu. Dalam pertemuan tersebut, mereka disebut membicarakan masa-masa ketika masih bersekolah.
Namun saat pertemuan tersebut, korban disebut sempat menyebut nama seseorang yang kemudian menjadi salah satu terduga pelaku. Orang tersebut selanjutnya menghubungi korban melalui pesan langsung atau direct message (DM).
“Sehingga kemudian terduga pelaku ini kemudian me-DM korban, menanyakan apa yang dibicarakan oleh korban,” jelas Ismunanda.
Peristiwa ini diduga berawal dari rasa tersinggung salah satu terduga pelaku terhadap korban, sebab terduga pelaku telah menyebut namanya dalam percakapan dengan kakak kelasnya.
"Korban dan terduga pelaku bertemu untuk melakukan klarifikasi di kawasan Kalibata. Setelah itu, terduga pelaku ini datang bersama teman-temannya. Ini menurut keterangan korban, datang bersama teman-temannya menggunakan tiga mobil. Kurang lebih ada sekitar delapan orang," jelas Ismunanda.
Dalam pertemuan tersebut, korban sempat diperingatkan oleh salah satu temannya untuk sedikit menjauh karena salah satu terduga pelaku diduga membawa senjata api.
"Singkat cerita terjadi kepanikan karena teman korban ini melihat salah satu terduga pelaku ini mengambil diduga senjata api dari dalam mobil," ungkap Ismunanda.
Selanjutnya, korban mencoba berlari untuk mengamankan diri. Namun, korban terjatuh dan selanjutnya diduga dikeroyok oleh sejumlah orang.
Terkait hal ini,Wakil Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta, Redim Okto, meminta agar proses penanganan perkara dilanjutkan secara konkret sesuai dengan ketentuan hukum.
“Ini harus ada tindakan yang lebih konkret, tindakan lebih lanjut agar perkara ini segera ditindaklanjuti. Karena ada saksi, ada bukti, ada CCTV, dan lainnya. Kami berharap perkara ini segera ditangani sesuai dengan ketentuan hukum,” ucap Redim.
Redim juga memberikan apresiasi terhadap pihak kepolisian dalam menangani kasus dugaan pengeroyokan tersebut.
Menanggapi hal ini, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo membenarkan soal adanya pelayangan laporan tersebut.
Saat ini kasus telah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan dan pihaknya masih bekerja untuk menangani perkara tersebut.
"Saat ini kan kita sudah tingkatkan ke tahap penyidikan, karena dinilai sudah cukup bukti bahwa perkara ini adalah perkara pidana. Setelah naik penyidikan, tentunya penyidik akan memanggil saksi-saksi, di antaranya nanti juga saksi terlapor ini," terang Joko.(raa)