news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau..
Sumber :
  • Antara

Jawa Tengah Belum Terdeteksi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemprov Imbau Warga Tetap Waspada

Erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan sejumlah wilayah di Lampung hingga Jawa Barat diselimuti abu vulkanik. Pemprov Jawa Tengah imbau warga tetap waspada
Selasa, 8 September 2026 - 16:40 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menimbulkan sejumlah wilayah di Lampung hingga Jawa Barat diselimuti abu vulkanik menjadi sorotan publik.

Kekhawatiran akan sebaran abu vulkanik juga dirasakan oleh masyarakat di Jawa Tengah

Menanggapi kekhawatiran ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengimbau untuk tidak panik terkait sebaran serta dampak dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Setelah melakukan asesmen dan analisis meteorologi terhadap sejumlah wilayah menunjukkan belum adanya residu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sampai hingga ke Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengungkapkan pihaknya telah melakukan asesmen di sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Jawa Barat. 

Mulai dari Cilacap, Kebumen, Purworejo, Brebes, Tegal, Banyuman, hingga meluas ke wilayah Timur. 

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, belum ditemukan dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau pada warga di wilayah tersebut.

“Ada informasi simpang siur terkait dampak langsung (abu letusan) kepada masyarakat Jawa Tengah. Untuk menjelaskan isu-isu itu, harus didukung dengan data. Setelah kita cek di beberapa wilayah, hal yang mengganggu aktivitas kehidupan penghidupan masyarakat belum terjadi,” ungkap Bergas Catursasi Penanggungan pada Konferensi Pers di Kantor Gubernur Jateng, Senin (7/9/2026).

Pemprov Jateng imbau tetap waspada terhadap Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • Dok. Humas Pemprov Jateng

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tidak panik. Dirinya menginstruksikan agar BPBD di seluruh Jawa Tengah melakukan edukasi, terkait antisipasi abu vulkanik terhadap aktivitas warga maupun dampak musim kemarau.

“Kalau kita bicara di musim ini (kemarau), debu itu pasti luar biasa. Maka penggunaan masker itu menjadi penting. Kemudian tidak banyak keluar rumah. Kalau aktivitasnya banyak di luar rumah, banyak minum air putih. Artinya, tetap waspada dan tidak khawatir berlebihan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengatakan pihaknya mengacu pada data yang dirilis oleh Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin dan analisis citra satelit BMKG Himawari.

Berdasarkan analisis tersebut, angin yang berada pada ketinggian 1.500 meter bergerak dari timur ke barat.

“Jadi kenapa kemarin agak heboh, barangkali memang di lapisan atas itu trayektori debu vulkanik itu, diperkirakan sampai ke daerah-daerah di Jawa Tengah, tapi itu di lapisan atas. Sementara lapisan di bawahnya, angin ke arah dari timur ke barat,” paparnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan analisis paper test, tidak ditemukan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai di lingkungan Bandara Ahmad Yani, Semarang.

Paper test juga dilakukan di Stasiun Klimatologi Kertajati, Stasiun Meteorologi Maritim Tegal dan Cilacap.

(kmr)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
05:19
01:23
01:28
20:49
05:57

Viral