news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau..
Sumber :
  • Antara

ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

Dinkes Pandeglang mencatat 2.107 kasus ISPA setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar. Anak-anak menjadi kelompok paling banyak terdampak.
Rabu, 9 September 2026 - 17:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mencatat sebanyak 2.107 orang terjangkit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Jumlah tersebut meningkat di tengah adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak ke sejumlah wilayah di Pandeglang, Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang Eni Yati mengatakan jumlah penderita ISPA tersebut tercatat dalam pemantauan yang dilakukan hingga pekan berjalan.

"Nah, kalau sekarang berjalan adalah minggu ke-35, ada 2.107," kata Eni Yati kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian Dinkes Pandeglang karena hujan abu vulkanik masih terjadi di wilayah tersebut. Kondisi itu membuat masyarakat berpotensi terpapar partikel abu yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Kasus ISPA Meningkat Setelah Hujan Abu

Eni menjelaskan, berdasarkan pencatatan sebelumnya, jumlah pengidap ISPA pada pekan ke-35 mencapai 1.861 orang. Jumlah tersebut kemudian mengalami peningkatan setelah abu vulkanik turun selama dua hari di wilayah Pandeglang.

Hujan abu tersebut terjadi pada Sabtu dan Minggu. Dinkes Pandeglang pun masih melakukan pemantauan terhadap dampak kesehatan yang dirasakan masyarakat setelah terpapar abu vulkanik.

Menurut Eni, pendataan kembali akan dilakukan pada pekan berikutnya. Data tersebut nantinya digunakan untuk melihat perkembangan jumlah warga yang mengalami ISPA setelah adanya paparan abu vulkanik.

"Kalau yang minggu ke-35 terdampaknya hanya dua hari, Sabtu-Minggu. Senin depan nanti dilaporkan," ujarnya.

Dengan demikian, Dinkes Pandeglang masih menunggu hasil pendataan berikutnya untuk mengetahui perkembangan jumlah kasus ISPA setelah masyarakat terdampak hujan abu selama dua hari.

Anak-anak Paling Banyak Terdampak

Dinkes Pandeglang menyebut kelompok usia dini menjadi salah satu kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Selain anak-anak, warga lanjut usia juga disebut terdampak. Namun, berdasarkan pemantauan Dinkes Pandeglang, sebagian besar penderita ISPA merupakan anak-anak.

"Dewasa juga ada, lansia juga ada, tapi sebagian besar anak-anak," kata Eni.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah saat abu vulkanik masih berpotensi turun.

Eni menyarankan masyarakat menggunakan masker jika harus keluar dari rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan abu yang masuk melalui saluran pernapasan.

Abu Vulkanik Bukan Satu-satunya Penyebab

Meski peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Eni menjelaskan bahwa ISPA tidak hanya disebabkan oleh paparan abu vulkanik.

Menurutnya, kualitas udara yang buruk juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita ISPA di masyarakat.

Selain pencemaran udara, ISPA juga dapat disebabkan oleh virus. Karena itu, keberadaan kasus ISPA di tengah masyarakat tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan paparan abu vulkanik.

"Karena pencemaran udara bisa, karena virus bisa, dan ISPA penyakit 10 terbesar di puskesmas, orang yang batuk-pilek hampir banyak, itu bukan penyakit yang gawat," ujar Eni.

Hujan Abu Vulkanik Masih Terjadi

Eni mengatakan hujan abu vulkanik hingga Rabu (9/9/2026) masih terjadi di wilayah Pandeglang. Namun, intensitasnya disebut sudah mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada akhir pekan sebelumnya.

Dinkes Pandeglang tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama karena paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu. Imbauan tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok yang lebih rentan, termasuk anak-anak dan lansia.

Di sisi lain, pendataan kasus ISPA akan kembali dilakukan pada pekan depan. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran terbaru mengenai jumlah warga yang mengalami ISPA setelah terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Pandeglang.

Sementara itu, ISPA sendiri termasuk salah satu penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurut Eni, keluhan seperti batuk dan pilek cukup banyak ditemui di puskesmas dan ISPA masuk dalam 10 besar penyakit yang diderita masyarakat.

Dinkes Pandeglang masih memantau perkembangan kasus seiring kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah menyebar ke wilayah tersebut.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:53
02:38
02:00
06:46
05:01
01:32

Viral