News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seruan Ustaz Adi Hidayat soal Banyak Musibah dan Bencana Alam, Ajak Taubat Nasional

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyerukan umat Muslim taubat nasional di tengah kondisi banyak musibah & bencana alam, seperti erupsi Gunung Anak Krakatau.
Rabu, 9 September 2026 - 13:58 WIB
Ustaz Adi Hidayat (UAH)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adi Hidayat Official

Jakarta, tvOnenews.com - Pendakwah kondang, Ustaz Adi Hidayat membahas kondisi Indonesia saat ini. Hal tersebut tak lepas bahwa RI dilanda banyak musibah dan bencana alam.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia telah dilanda sebanyak 1.730 kejadian bencana alam dan musibah. Data tersebut berlangsung dari 1 Januari hingga September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terbaru, wilayah timur Indonesia di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa bumi kekuatan magnitudo (M) 7,7. Setelah itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda hampir di seluruh Pulau Kalimantan, serta erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat, 4 September 2026.

Ustaz Adi Hidayat pun mengatakan bahwa, musibah, bencana alam, dan seluruh yang ada di alam semesta merupakan milik Allah SWT. Kehadiran-Nya sebagai yang merawat hingga melindungi alam semesta.

"Allah yang menguasai, merawat, menjaga, melindungi alam semesta ini. Bagian ini tentu memiliki aturan-aturan dan ketentuan yaitu penjagaan ditetapkan, dengan aturan itu perawatan diberikan," ujar Ustaz Adi Hidayat dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (9/9/2026).

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Antara

UAH sapaan akrabnya, kembali mengingatkan kehadiran manusia juga untuk menjaga bumi selalu terawat. Caranya menjalani tugas dan amanah dari Allah SWT, di antaranya menjaganya dengan baik, tidak mengganggu stabilitas, tidak melakukan tindakan merusak lingkungan.

"Seringkali tampak banyak kerusakan di daratan, di lautan karena perilaku manusia itu sendiri yang menyimpang," katanya.

Lebih lanjut, kerusakan lingkungan dan alam yang disebabkan manusia sangat berdampak pada tidak stabilnya lingkungan. Selain itu, kerusakan juga bisa mendorong Sang Pencipta memberikan tanda-tanda seperti bencana alam kepada hamba-Nya.

UAH mengambil situasi saat ini melalui Surat Al-A'raf Ayat 59. Tafsir ayat tersebut berisi tentang kehebatan Allah SWT untuk menunjukkan pada sesuatu yang besar misalnya adanya peringatan bencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan tersebut, kata UAH, tentu sebagai tanda-tanda agar manusia segera bertaubat. Dari situasi saat ini, bencana alam yang terjadi sebagai peringatan keras dari Allah SWT.

"Peringatan itu sesuatu yang sangat penting, sesuatu yang mengguncang, sesuatu yang harusnya menyadarkan kita semua. Tidak ada yang bisa mencegah kami dengan keagungan-Ku untuk memberikan pelajaran berupa tanda-tanda yang menjadikan seorang hamba seharusnya mengerti untuk memperbaiki diri," jelasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kontroversi Buku Islam Ala Prabowo, Begini Penjelasan KH Asep Saifuddin Chalim

Kontroversi Buku Islam Ala Prabowo, Begini Penjelasan KH Asep Saifuddin Chalim

Kiai Miliader ini sudah mengusulkan kepada tim pembuat buku agar judulnya diubah karena sensitif.
Tiba di Istana, Erick Thohir Tegaskan 432 Atlet Indonesia Siap Tanding di Asian Games

Tiba di Istana, Erick Thohir Tegaskan 432 Atlet Indonesia Siap Tanding di Asian Games

Erick Thohir mengatakan sebagian atlet telah lebih dulu bertolak ke lokasi pertandingan karena sejumlah cabang olahraga harus menjalani persiapan dan pemusatan latihan lebih awal.
Teman Fajar Sahrudin Mengaku Diteror Hingga Konsul ke Psikiater Usai Namanya Tercantum dalam Autobiografi: Saya Cemas

Teman Fajar Sahrudin Mengaku Diteror Hingga Konsul ke Psikiater Usai Namanya Tercantum dalam Autobiografi: Saya Cemas

Pria bernama Fajar Sahrudin (31) atau Stewie diduga bunuh diri di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada akhir pekan lalu. Temannya berikan kesaksian.
DPR Sebut Kasus Keracunan MBG Sudah Masuk Level Memprihatinkan

DPR Sebut Kasus Keracunan MBG Sudah Masuk Level Memprihatinkan

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi terkait menangani secara serius terhadap kasus keracunan MBG dan dampak yang ditimbulkan.
Gara-gara Ini, Pelatih Akui Kesulitan Satukan Chemistry Megawati Hangestri dengan Pemain Hillstate

Gara-gara Ini, Pelatih Akui Kesulitan Satukan Chemistry Megawati Hangestri dengan Pemain Hillstate

Absennya Kim Da-in karena Asian Games buat pelatih Kang Sung-hyung mengaku kesulitan dalam menyatukan chemistry antara Megawati Hangestri dan pemain Hillstate.
Kondisi Cuaca di Lapangan Belum Memungkinkan, Kapolda Banten Belum Pertimbangkan Cari Jurnalis Hilang Via Udara

Kondisi Cuaca di Lapangan Belum Memungkinkan, Kapolda Banten Belum Pertimbangkan Cari Jurnalis Hilang Via Udara

Pencarian jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Pandeglang dipertimbangkan via udara oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT