news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pekerja berjalan di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • ANTARA

IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Sideways, Bursa Asia & Wall Street Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah

IHSG dibuka menguat 9 poin atau 0,15 persen di level 6.688 pada pembukaan perdagangan Kamis, 10 September 2026.
Kamis, 10 September 2026 - 09:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 9 poin atau 0,15 persen di level 6.688 pada pembukaan perdagangan Kamis, 10 September 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG cenderung datar (sideways) pada perdagangan hari ini.

"IHSG masih berpotensi sideways cenderung menguat hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 10 September 2026.

Bursa Asia tertekan konflik Timur Tengah karena harga minyak mentah Brent terus meningkat dan mendekati level US$100/bbl pada Rabu kemarin, seiring eskalasi konflik di kawasan.

Kenaikan harga minyak menyebabkan kekhawatiran inflasi global dan membuat pergerakan Bursa Asia mayoritas terkoreksi. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran ke sejumlah kota di Arab Saudi pada Selasa, 8 September 2026, semakin memperluas dampak konflik.

Di sisi lain, pasukan AS menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran, sementara Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,2 persen dan Topix melemah 0,1 persen. Hang Seng Hong Kong melemah 0,17 persen dan ASX Australia turun 0,11 persen. Sedangkan, KOSPI Korea Selatan dan KOSDAQ kompak melesat, masing-masing sebesar 1,4 dan 2,3 persen. Lalu STI Singapura turun 0,66 persen dan KLCI Malaysia ditutup stagnan.

Di sisi domestik, survei Konsumen BI pada Agustus 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan Juli 2026.

Hal itu berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 116,8.

"Support IHSG berada di level 6.620-6.660 sementara resist IHSG di rentang 6.700-6.730," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Tekanan datang dari lonjakan harga minyak mentah yang menembus US$100/bbl, serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS menjelang rilis data inflasi.

Indeks S&P 500 turun 0,48 persen, Nasdaq melemah 0,64 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,77 persen.

Harga minyak Brent melonjak melewati level US$ 100/bbl, di tengah kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Perang AS dan Israel dengan Iran yang memasuki bulan ketujuh, dan meningkatkan kekhawatiran konflik yang meluas di kawasan tersebut.

Mohammad Yudha Prasetya

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:46
04:00
01:10
01:25
04:29
06:14

Viral