Pencarian 5 Jurnalis Hilang Libatkan Nelayan Setempat
Jakarta, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Erupsi gunung anak krakatau di perairan Selat Sunda.
Memasuki hari kedua, pencarian belum membuahkan hasil. Basarnas kini memperluas upaya dengan melibatkan nelayan setempat untuk menyisir kawasan pesisir yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan speedboat Arupadatu 1.
Nelayan akan membantu pencarian di sekitar pesisir dengan tetap berada di bawah pengawasan tim SAR gabungan. Basarnas juga menyiapkan dua unit longboat di sekitar posko pencarian.
Tim SAR turut mempertimbangkan pencarian lebih dekat ke zona bahaya Gunung Anak Krakatau yang memiliki radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Namun, langkah tersebut masih bersifat tentatif dan akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan serta rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Tim SAR Pandeglang sebelumnya telah mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir titik yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal kehilangan kontak.
Penyisiran dilakukan hingga Pulau Rakata dan Pulau Panjang, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan.
Polda Lampung juga memperluas pencarian dengan mengerahkan personel dan kapal patroli.
Penyisiran dilakukan di sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat, termasuk perairan Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Total delapan orang masih dalam pencarian, yakni lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Salah satu keluarga yang terus menunggu kabar adalah Desi, istri Muhammad Bagus Khairunnas, jurnalis LKBN Antara Biro Banten.
Desi tak kuasa menahan tangis saat menceritakan hilangnya sang suami. Bagus diketahui sempat mengirim pesan kepada keluarga sebelum berangkat menuju kawasan erupsi.
Keluarga kemudian kehilangan kontak dengan Bagus pada Senin sore setelah sebelumnya ia sempat berkomunikasi dengan rekan jurnalis di Lampung.
Meski pencarian belum membuahkan hasil, Desi tetap yakin suaminya selamat dan berharap Bagus segera ditemukan serta dibawa pulang.
Hingga Kamis pagi, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda.
Area pencarian akan terus diperluas, termasuk kemungkinan mendekati zona terdekat Gunung Anak Krakatau dengan memperhatikan kondisi aktivitas vulkanik dan keselamatan seluruh personel.