news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penampakan menu MBG di SDN Pondok Kelapa 01, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2026)..
Sumber :
  • ANTARA

136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.
Jumat, 11 September 2026 - 08:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (8/9/2026).

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari lemas, diare, muntah, mual hingga pusing.

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora menemukan bahan makanan berupa tempe yang digunakan dalam menu MBG disimpan di depan toilet Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Tunjungan, Blora.

Kepala Dinkesda Blora Edy Widayat mengatakan cara penyimpanan tersebut tidak memenuhi prosedur keamanan pangan.

Temuan itu diketahui setelah tim Dinkesda mendatangi dapur SPPG Sukorejo 2 menyusul laporan mengenai dugaan keracunan yang dialami penerima manfaat dari dapur tersebut.

Dinkesda kemudian mengerahkan tim surveilans untuk memeriksa kondisi dapur yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala keracunan pada para siswa.

"Pada awal penanganan kasus dan pendataan kasus yang terdampak dengan diduga keracunan dari dapur SPPG dan kami juga menurunkan tim dari surveilans, dari tenaga gizi, dari kesehatan lingkungan, dan dari laboratorium untuk langsung checking ke dapur," terang Edy, Kamis (10/9/2026).

Edy yang juga merupakan sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Blora mengatakan petugas telah mengambil sejumlah sampel makanan dari SPPG Sukorejo 2.

Sampel tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan.

Pemeriksaan di lokasi juga mencakup inspeksi terhadap kondisi kesehatan lingkungan serta keamanan makanan di dapur SPPG.

"Harapan kami, dapur-dapur yang beroperasional bukan hanya menyajikan makanan, tapi mulai dari pemilihan bahan makanan, cara penyimpanan bahan makanan yang kering, cara penyimpanan makanan basah, cara penyimpanan daging, ayam, dan lain-lain harus sesuai dengan prosedur. Karena, dari situlah berawal higiene makanan dan keamanan pangan dimulai," jelas dia.

Sebagai bagian dari Satgas MBG, Dinkesda Blora telah menyampaikan laporan sementara kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam laporan tersebut, SPPG Sukorejo 2 direkomendasikan untuk ditutup secara permanen.

"Langkah awal begitu ada keracunan kami membuat data awal, terus melakukan sidak, kami membuat laporan sementara ke BGN karena laporan akhir adalah setelah hasil lab turun. Kami buat laporan dan merekomendasikan untuk penutupan, dan penutupan memang wewenang dari BGN," kata dia.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:56
08:21
01:24
01:29
01:12
01:07

Viral