- ANTARA
136 Siswa di Blora Diduga Keracunan MBG, Tempe Disimpan di Depan Toilet SPPG
SPPG Sukorejo 2 sebelumnya juga pernah menghadapi persoalan terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Masalah tersebut disebut sempat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Hasil Laboratorium di Banyumas
Kasus dugaan keracunan MBG juga terjadi di Kabupaten Banyumas. Hasil pemeriksaan laboratorium telah mengungkap kandungan bakteri dalam menu yang dikonsumsi ratusan siswa MAN 2 Banyumas pada Agustus lalu.
Pemeriksaan dilakukan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sampel menu ayam woku yang dikonsumsi para siswa terbukti mengandung bakteri Bacillus cereus dan Escherichia coli.
Peristiwa tersebut terjadi pada 10 Agustus 2026. Sebanyak 165 siswa MAN 2 Banyumas mengalami pusing, mual, dan diare setelah mengonsumsi makanan MBG.
Sampel makanan yang dikonsumsi siswa kemudian dikirim untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab munculnya gejala tersebut.
Humas MAN 2 Banyumas Muhammad Fahmi mengatakan pihak sekolah telah menerima hasil pemeriksaan sampel makanan.
Hasil uji menunjukkan menu ayam woku positif mengandung Bacillus cereus dan Escherichia coli.
"Dari SPPG terkait juga sudah menyampaikan hasil evaluasi, ada kesalahan atau human eror. Ada proses yang tidak sesuai, sehingga menimbulkan bakteri," kata Fahmi, Kamis (10/9/2026).
Pasca-kejadian pada 10 Agustus 2026, distribusi makanan MBG dari SPPG terkait ke MAN 2 Banyumas masih dihentikan sementara.
Sekolah kini menunggu arahan dan keputusan BGN mengenai keberlanjutan program tersebut di MAN 2 Banyumas.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Sekolah diarahkan mengikuti hasil pemeriksaan laboratorium serta keputusan BGN.
"Belum ada keputusan dari pihak BGN, dihentikan atau bagaimana, itu urusan di sana. Kami hanya pelaksana, kalau jalan lagi, ya kami ikuti saja," ujarnya.
Meski distribusi MBG nantinya kembali berjalan, MAN 2 Banyumas tidak akan memaksa siswa maupun orang tua untuk menerima makanan tersebut.
Sekolah akan melakukan polling untuk mengetahui siswa dan orang tua yang bersedia maupun tidak bersedia menerima MBG.
Fahmi menyebut pihak sekolah mempertimbangkan kemungkinan masih adanya siswa atau orang tua yang mengalami trauma setelah kejadian dugaan keracunan sebelumnya.