- dok.BPI Wapres
Gibran Minta Sekolah Sesuaikan Pembelajaran Selama Karhutla, Keselamatan Siswa Diutamakan
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau dua fasilitas pendidikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk memastikan keselamatan siswa di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gibran menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas selama wilayah terdampak kabut asap.
"Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa," kata Gibran, dikutip Jumat (11/9/2026).
Wapres melakukan kunjungan ke wilayah Kalimantan pada Kamis (10/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, dia mengingatkan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak buruk asap akibat karhutla sehingga membutuhkan perlindungan lebih.
Menurut Gibran, sekolah bersama pemerintah daerah harus segera mengambil langkah penyesuaian apabila kualitas udara memburuk. Perubahan dapat dilakukan terhadap metode maupun pelaksanaan kegiatan belajar.
"Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar," kata Gibran.
Selain mengatur fleksibilitas waktu belajar, Gibran meminta sekolah mengoptimalkan fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi siswa yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Dia juga mendorong sekolah memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan koordinasi tersebut, siswa yang membutuhkan penanganan medis dapat segera memperoleh pertolongan.
"Aktifkan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan kolaborasikan dengan puskesmas terdekat, agar siswa yang sakit bisa segera tertangani," ucapnya.
Gibran turut meminta sekolah membatasi aktivitas siswa di luar ruangan selama masa tanggap darurat asap. Penggunaan masker juga perlu diterapkan bagi seluruh peserta didik untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kunjungan Gibran ke Palangka Raya dan Banjarbaru menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi lingkungan yang terdampak karhutla.
Pemerintah menegaskan upaya pemadaman titik api tetap dilakukan bersamaan dengan perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. Perlindungan tersebut menjadi perhatian khusus bagi anak-anak sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak bencana asap. (nba)