news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi saat klarifikasi video ucapan kontroversi yang viral diduga hina Nabi Muhammad SAW.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH

Abah Setu Sampaikan Maaf Usai Diduga Hina Nabi Muhammad, Polisi Pastikan Kasus Masih Berlanjut

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang mengatakan, walaupun yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf, saat ini proses hukum masih berlanjut.
Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkapkan fakta baru di balik Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW dalam pernyataannya dengan jamaahnya pada siaran langsung.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang mengatakan, walaupun yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf, saat ini proses hukum masih berlanjut.

“Masih (berproses), sementara belum ada (pencabutan laporan),” kata Andi, kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, Andi menjelaskan, langkah selanjutnya dalam penanganan perkara ini masih menyesuaikan proses yang ada.

Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Abah Setu MDNH

“Untuk laporan kan sudah ada, sudah dilaporkan nanti kita menyesuaikan langkah-langkah ke depannya.

Kalai sejauh ini dari MUI Bekasi sendiri sudah menyampaikan sudah memaafkan, masyarakat juga sudah memaafkan khususnya Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video diduga berasal dari rekaman siaran langsung Abah Setu mendadak viral di media sosial. Di dalamnya memperlihatkan ia tengah berbincang dengan salah seorang jemaahnya tentang Nabi Muhammad SAW.

Mulanya Abah Setu ditanya terkait alasan Nabi Muhammad SAW bisa menjadi kekasih Allah SWT. Pimpinan majelis di Desa Telajung itu pun menjawab bahwa pertanyaan itu hanya membuat jemaahnya "terjebak syariat". 

"Kenapa? Emang beliau aja bisa menjadi kekasih (Allah SWT)? Ini Hendro masih terjebak syariat ini. Yang disebut Muhammad itu yang mana, sih? Orang Madinah itu? Pantas kamu susah enggak dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri. Wong pamannya aja ditolongin enggak bisa. Lagi hidup aja enggak bisa tolongin paman," ucap Abah Setu dalam video viral.

Kemudian, Asep muncul ke ruang publik dan mengklarifikasi terkait video siaran langsung diduga menghina Nabi Muhammad SAW yang viral di media sosial. 

Ucapan kontroversial Abah Setu yang diduga telah menghina Nabi Muhammad SAW memicu gelombang amarah publik. Bahkan Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin olehnya digeruduk massa pada Senin, 7 September 2026 malam.

Abah Setu pun mengungkapkan kabar terbarunya melalui siaran langsung melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (9/9/2026). 

Ia mengaku bahwa dirinya masih sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Ia mengatakan bahwa, dirinya memang belakangan ini sudah jarang muncul ke ruang publik. Hal tersebut menjadi penyebab jarang melakukan siaran langsung. 

"Sekarang Abah sudah jarang membuat live, tetapi yang perlu diambil adalah untuk menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabat semua," ujar Abah Setu dilansir dari channel YouTube Abah Setu MDNH, Kamis (10/9/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan kabar mengejutkan dampak dari dugaan video kontroversial tersebut. Ia mengatakan bahwa, dirinya langsung mendadak mendapat ribuan pesan. 

Pesan-pesan tersebut, kata dia, masuk dalam aplikasi WhatsApp (WA) miliknya. Isinya mengenai pertanyaan hingga ingin mengetahui kabar terbaru Abah Setu. 

"Barang kali ada lebih dari 7.478 pesan WA ke Abah. Kebanyakan bertanya tentang kabar Abah. Abah jawab, 'Alhamdulillah selalu dalam keadaan baik, selalu dalam keadaan bahagia, selalu dalam keadaan tenang dalam hal semuanya'," katanya. 

Tak sedikit pesan WA yang masuk juga bertanya terkait kebenaran aksi penggerudukan oleh sejumlah warga. Kedatangan massa dan terekam sedang berdiri di depan majelisnya berujung viral di media sosial.

Pria bernama asli Asep Setiawan itu tidak membantah adanya aksi penggerudukan tersebut. Ia memahami kedatangan massa sebagai bentuk desakan untuk memberikan pernyataan terkait ucapan kontroversial yang diduga berunsur menghina Nabi Muhammad SAW. 

"Ini juga Abah doakan buat semua teman-teman yang datang ke rumah Abah jam 12 malam, jam 1 malam, tapi Abahnya sedang tidur. Mohon maaf kalau pintunya tidak dibuka," terangnya. (ars/muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral