- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @rhendy.87
Siapa Sosok Diduga Penembak 3 ASN Jayawijaya Pada Rekaman VC? Berikut Identitas DPO yang Dikantongi Polisi
tvOnenews.com - Sebuah insiden menimpa rombongan Dinas Pertanian saat membawa bantuan di Papua, tiga orang dari sebelas aparatur sipil negara (ASN) menjadi korban penembakan KKB.
Aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini berlangsung di Papua Pegunungan pada Rabu (9/9/2026).
Setelah kabar ini beredar, sebuah video yang menampilkan momen video call (VC) keluarga korban dengan sosok yang diduga salah satu anggota dari kelompok KKB.
Video call dilakukan menggunakan handphone korban. Dengan wajah tersenyum, terduga pelaku menyapa keluarga korban.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kasatgas Humas OP. Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengaku telah mengantongi identitas dari sosok yang berada pada rekaman video call tersebut.
Seseorang yang berbicara dengan terduga pelaku merupakan salah satu dari keluarga korban.
Menurut Yusuf, terduga pelaku telah berbicara melalui sambungan video call menggunakan nomor pribadi dan handphone milik korban.
“Kami sudah mengidentifikasi. Betul terduga pelaku ada dua kali video call. Dua kali menggunakan nomor korban yang handphone nya dibawa lari oleh pelaku yang sudah kita identifikasi,” ungkap Kasatgas Humas OP. Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo pada wawancara dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne.
- Satgas Damai Cartenz
Terduga pelaku yang berada pada rekaman video call merupakan anggota dari kelompok KKB berinisial PM dan KT.
Keduanya sudah lama berada dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi setelah berulang kali melakukan aksi kejahatan.
“Ini namanya inisialnya PM yang satu lagi KT. Memang kedua orang ini masuk dalam DPO kita terkait dengan kasus penculikan pilot yang berhasil kita bebaskan tahun lalu 2024 yang kejadian penculikannya di tahun 2023,” ujarnya.
Tak hanya itu, terduga pelaku juga terlibat dalam aksi pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya saat membangun jalan Trans Papua.
“Lalu DPO juga (terlibat) kasus kejadian pembantaian PT Istaka Karya tahun 2019 yang mana mereka melakukan perampokan serta menculik dan membunuh puluhan karyawan atau pegawai PT Istaka Karya yang saat itu sedang melakukan pembangunan trans jalan di Papua,” jelas Yusuf.