- Tim tvOne - Apa Kabar Indonesia Pagi
Terbongkar Modus Penembakan 3 ASN Oleh KKB di Papua, Pelaku Menyasar Korban Secara Acak
tvOnenews.com - Sebanyak 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan menjadi korban tewas dari penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Aksi penembakan ini terjadi di Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Rabu (9/9/2026).
Korban berinisial AR (49) menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan, sedangkan WB (24) dan AAM (35) merupakan ASN pada instansi tersebut.
Insiden tragis ini cukup mengejutkan publik serta meresahkan bagi masyarakat Papua, terutama bagi keluarga korban.
Seorang paman dari salah satu korban, Johanes Baba menyatakan aksi KKB telah meresahkan warga dan membuat keluarga korban merasa bersedih.
Dirinya meminta agar aparat segera menuntaskan kelompok tersebut.
“Menyusahkan dan menyedihkan sehingga diharapkan agar aparat bisa mengusut tuntas,” ujar Johanes Baba.
Berkaitan dengan peristiwa tragis tersebut, Kasatgas Humas OP. Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengungkapkan modus dari aksi penembakan yang dilakukan KKB.
- Satgas Damai Cartenz
Menurut penjelasan Yusuf, berdasarkan hasil penyelidikan awal terduga pelaku melakukan aksinya secara random.
“Kalau terkait dengan kelompok tertentu masih terlalu jauh kami menilai seperti itu. Sebab, biasanya mereka melakukannya secara random,” ungkap Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam wawancara dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, pada Jumat (11/9/2026).
Modusnya, kelompok ini kerap menebarkan teror serta ancaman kekerasan kepada target korban secara acak.
“Namun kalau modus yang mereka lakukan, memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan,” ujarnya.
Hal ini juga seperti yang dilakukan kelompok tersebut pada saat pembukaan acara Festival Lembah Baliem di Wamena pada beberapa waktu lalu.
“Kelompok mereka ini juga yang melakukan peristiwa penembakan pada saat berlangsungnya pembukaan Festival Lembah Baliem di Wamena,” jelas Yusuf.
Tak hanya itu, terduga pelaku juga pernah melakukan sejumlah aksi kejahatan, mulai dari kasus penculikan pilot pada tahun 2023 dan aksi pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya saat membangun jalan Trans Papua.
(kmr)