- Dok. Setpres
Pesan Tegas Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tak Mau Didikte, Kami Telah Perkuat Fondasi
Bagi Prabowo, ketahanan negara berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyat, mulai dari pangan dan energi hingga pendidikan serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan.
“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita—lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tuturnya.
Pandangan tersebut menempatkan ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan kesejahteraan bukan semata sebagai agenda pembangunan domestik, melainkan bagian dari strategi memperkuat posisi negara dalam hubungan internasional.
Prabowo kemudian menyampaikan pernyataan yang lebih tegas mengenai prinsip kemandirian dalam menentukan arah kebijakan.
Menurutnya, negara yang memiliki fondasi kuat akan memiliki ruang lebih besar untuk mengambil keputusan secara mandiri tanpa tekanan maupun ketergantungan terhadap kekuatan tertentu.
“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan Indonesia dalam melihat kerja sama BRICS. Keanggotaan dalam kelompok tersebut tidak diarahkan untuk menciptakan ketergantungan baru, tetapi justru memperluas pilihan kerja sama dan memperkuat kemampuan masing-masing negara.
Dengan fondasi domestik yang kuat, kerja sama multilateral dinilai dapat menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan bersama sekaligus menjaga ruang strategis negara-negara anggota.
Salah satu sektor yang disoroti Prabowo adalah energi. Menurutnya, penguatan konektivitas sistem energi antarwilayah dapat menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama BRICS diterjemahkan menjadi ketahanan bersama.
“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” kata Presiden Prabowo. (Agr/rpi)