Disimak Putin hingga Modi, Anindya Bakrie Pidato Bawa Visi Prabowo ke Forum BRICS
- Kadin
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie membawa visi Presiden Prabowo Subianto tentang hilirisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemandirian ekonomi ke forum bisnis BRICS di New Delhi, India.
Dalam forum tersebut, Anindya atau Anin menyampaikan pandangannya di hadapan Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, serta sejumlah pemimpin dunia lainnya.
Ketum Kadin menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi negara-negara BRICS. Sebab, Indonesia juga ingin berperan dalam menentukan arah kerja sama ekonomi di dalam kelompok tersebut.
Dalam pidatonya pada Jumat (11/09/2026), Anin mengaku bangga Indonesia telah bergabung dalam keluarga BRICS di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Indonesia juga telah memiliki chapter aktif dalam BRICS Business Council untuk mendorong kerja sama di bidang perdagangan, investasi, industri, teknologi, dan jasa.
“Kami sangat senang dan merasa terhormat bahwa Indonesia telah bergabung dengan keluarga BRICS berkat Presiden Prabowo. Indonesia sekarang memiliki chapter yang sangat aktif dalam BRICS Business Council,” ujar Anin dikutip Sabtu (12/9/2026).
Anin menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi yang membahas pengembangan perdagangan dan jasa intra-BRICS. Dia menilai posisi BRICS yang mencakup hampir separuh populasi dunia dan sekitar 40 persen perekonomian global membawa peluang sekaligus tanggung jawab besar.
“Ketika kita berbicara tentang BRICS, kita berbicara tentang hampir separuh umat manusia dan sekitar 40% perekonomian dunia. Kita memiliki kekuatan ekonomi untuk membentuk masa depan sekaligus tanggung jawab untuk memastikan lebih banyak orang dapat mengambil bagian di dalamnya,” kata Anin.
Menurut Anin, pembahasan mengenai perdagangan dan jasa harus diarahkan pada kebutuhan nyata dunia usaha. Kerja sama BRICS, kata dia, perlu memastikan perusahaan dapat menemukan mitra di negara anggota lain, memasuki pasar, mendapatkan layanan yang diperlukan, serta melakukan pembayaran secara cepat dan aman.
Dia juga menilai sektor industri dan jasa memiliki keterkaitan yang erat. Industri membutuhkan dukungan teknologi, pembiayaan, perangkat lunak, logistik, hingga tenaga kerja terampil. Sebaliknya, pertumbuhan industri akan menciptakan permintaan terhadap berbagai layanan pendukung.
Load more