news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Serda Ahmad Muzammil Farisa dan ayahnya..
Sumber :
  • istimewa

Ayah Serda Ahmad Ungkap Luka Tak Wajar di Jenazah Anaknya yang Tewas Dianiaya Empat Senior

Serda Ahmad Muzammil Farisa dianiaya karena masalah sepele. korban diduga melakukan kesalahan memenuhi pesanan mi kuah seniornya yang justru dibuat menjadi mi goreng.
Minggu, 13 September 2026 - 03:12 WIB
Reporter:
Editor :

Magetan, tvOnenews.com - Ayah almarhum Serda Ahmad Muzammil Farisa (22) mengungkap ada sejumlah luka tak wajar di jenazah anaknya.

Sebelumnya, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) tersebut diduga tewas setelah dianiaya oleh empat orang seniornya.

Bahkan, Serda Ahmad dianiaya karena masalah sepele. korban diduga melakukan kesalahan memenuhi pesanan mi kuah seniornya yang justru dibuat menjadi mi goreng.

Keempat senior yang diduga melakukan penganiayaan adalah, erda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.

Serda Ahmad Muzammil Farisa tewas setelah diduga dianiaya empat seniornya
Sumber :
  • istimewa

Duka mendalam masih menyelimuti rumah duka keluarga Serda Ahmad Muzammil Farisa di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Jumat (11/9/2026). 

Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo yang menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun awalnya mendapat kabar meninggalnya anak pertama dari tiga bersaudara itu pada kamis (10/9/2026) pagi karena kecelakaan.

“Kamis pagi kami mendapat kabar bahwa almarhum meninggal karena kecelakaan, namun informasi dari teman-teman angkatan, almarhum meninggal tak wajar,” kata Toni.

Keterangan tersebut diperkuat dengan informasi dari rekan seangkatan korban serta adanya bukti foto hasil visum yang menunjukkan luka lebam di bagian dagu dan dada korban. 

“Sekikas dari foto hasil visum yang kami terima memang ada luka di dagu dan dada lebam, kami juga belum paham karena belum membaca berita acara resminya, hanya mendapat rilis laporan penganiayaan,” imbuhnya. 

Prajurit TNI AU asal Magetan tewas diduga dianiaya senior.
Sumber :
  • tvOne - M Erfan

Jenazah korban sempat ditahan untuk proses autopsi di RS Kramatjati Polri, Jakarta, sebelum akhirnya tiba di kampung halaman menggunakan ambulans TNI AU sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dini hari dan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.

Hingga saat ini keluarga belum menerima laporan resmi hasil laboratorium maupun hasil lengkap autopsi yang menjelaskan penyebab pasti kematian korban. 

Meski demikian, keluarga bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan.

“Kami sangat merasa kehilangan sekali. Anak saya Serda Ahmad Muzammil Farisa baru berdinas satu setengah tahun sebagai Bintara Psikologi di Mabes TNI AU. Kami akan terus berjuang untuk mencari keadilan agar para pelaku mendapat hukuman setimpal,” ungkap Toni. (muu)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:13
01:04
02:14
01:59
04:13
03:53

Viral