- Tangkapan layar YouTube tvOneNews
Jejak Rombongan Jurnalis Hilang saat Liput Gunung Anak Krakatau Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Bengkulu di Hari ke-9
Jakarta, tvOnenews.com - Jejak rombongan jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau belum ditemukan.
Rombongan itu terdiri dari delapan orang yang terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Jaidi dari Anadolu dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Sementara itu, tiga orang lainnya, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK) dan Heriyanto sebagai guide.
Mereka dilaporkan hilang kontak saat menumpangi speedboat Arupadhatu di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Pada pencarian hari ke-9 ini, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan mengerahkan 22 alat utama sistem pertolongan air.
Pencarian dibagi ke dalam delapan sektor laut dengan total luas area mencapai sekitar 3.439 mil laut persegi.
Pencarian kali ini hanya menyisir wilayah Selat Sunda, tapi juga diperluas hingga wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila korban atau benda yang berkaitan dengan speedboat terbawa arus laut hingga ke wilayah tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seluruh unsur SAR terus dimaksimalkan untuk mencari rombongan yang hingga saat ini belum ditemukan.
“Pada hari kesembilan ini, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan 22 alut air yang dibagi ke dalam delapan sektor laut. Pencarian juga didukung oleh dua unit drone thermal Basarnas serta pemantauan di wilayah pesisir Pulau Enggano dan Perairan Bengkulu melalui pemapelan kepada Kantor SAR Bengkulu,” katanya, Rabu (16/9/2026).
Selain mengerahkan puluhan alut air, dua unit drone thermal Basarnas dikerahkan untuk membantu pemantauan dari udara.
Diharapkan penggunaan itu bisa membantu menemukan indikasi keberadaan korban, bagian kapal maupun benda lain yang berkaitan dengan insiden hilangnya speedboat.
“Kami akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang berpotensi berkaitan dengan keberadaan delapan korban. Seluruh unsur diminta melaksanakan pencarian secara maksimal, tetap waspada terhadap kondisi angin dan gelombang serta mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung,” pungkasnya. (Foe Peace Simbolon/VIVA/nsi)