Polda Banten Tunggu Hasil Uji DNA Jenazah di Enggano Bengkulu Terkait Rombongan Jurnalis yang Hilang
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Banten mengonfirmasi bahwa proses pencocokan profil DNA saat ini tengah berlangsung guna mengidentifikasi jasad tanpa identitas yang terdampar di Pulau Enggano, Bengkulu.
Pemeriksaan forensik ini ditujukan untuk memastikan apakah jenazah tersebut berkaitan dengan rombongan wartawan beserta awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea, menerangkan di Serang pada Selasa (15/9) bahwa prosedur identifikasi tersebut ditangani langsung oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Bengkulu.
"Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Maruli.
Kendati belum memerinci jadwal penyerahan sampel maupun identitas pihak keluarga yang diambil datanya, Maruli menegaskan jajarannya bergerak cepat membangun komunikasi dengan kepolisian setempat sesaat setelah kabar penemuan mayat tersebut mencuat.
"Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat," cetusnya.
Pemeriksaan DNA ini menjadi instrumen krusial untuk memastikan keterkaitan antara sosok jenazah pria tersebut dengan delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1.
Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang pemandu wisata itu masih belum ditemukan hingga Selasa (15/9).
Mereka dilaporkan hilang sejak Senin (7/9) ketika melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui jalur Pandeglang, Banten.
Adapun jenazah tanpa tanda pengenal itu mulanya ditemukan di wilayah pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) oleh personel Kantor SAR Bengkulu bersama warga setempat.
Guna kepentingan proses visum dan identifikasi lebih mendalam, jenazah tersebut kemudian diterbangkan dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan armada pesawat Susi Air pada Senin (14/9).
"Masih menunggu hasilnya. (semoga ada titik terang) Amien," kata Maruli. (ant/dpi)
Load more