- Polda Sumsel
Menhut Sebut Hotspot Karhutla Terus Menurun, Pemerintah Tetap Waspada
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan menunjukkan tren penurunan.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi karhutla hingga Oktober atau awal November.
Raja Juli mengatakan pihaknya belum dapat memprediksi apakah jumlah hotspot akan kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Namun, berdasarkan pemantauan terkini, jumlah titik api justru terus menurun.
“Saya tidak bisa memprediksi ya. Namun, perlu saya laporkan per hari ini, angkanya terus menurun," kata Raja Juli di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
Dia mengatakan data hotspot tersebut dapat dipantau secara terbuka melalui Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan.
“Titik api atau hotspot yang high level confidence, yang memiliki kepercayaan tinggi ya, bisa saya sebutkan ya, dari tanggal 12 totalnya 398. Tanggal 12 turun 576 titik api. Tanggal 14 naik lagi 1.309 titik api. Dan tanggal 15 itu turun lagi 968,” ujar Raja Juli.
Dia mengungkapkan tren penurunan juga terlihat di sejumlah provinsi yang menjadi wilayah utama rawan karhutla.
Di Kalimantan Barat (Kalbar), jumlah hotspot turun dari 221 titik menjadi 51 titik berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.59 WIB.
Sementara di Kalimantan Tengah (Kalteng), yang masih menjadi salah satu wilayah dengan hotspot tinggi, jumlah titik api turun dari 697 menjadi 226 titik.
“Kalsel (Kalimantan Selatan) dari 112 titik api menjadi 106 titik api. Sumsel (Sumatera Selatan) masih tinggi, dari 259 turun menjadi 200 titik api,” ujar Raja Juli.
“Jambi ada kenaikan dari 14 ke 18, tapi ini alhamdulillah Jambi dan Riau terkontrol dengan baik. Riau dari 5 naik 15, setelah selama empat hari di Riau tidak ada titik api,” pungkasnya. (saa/nsi)